Google Klarifikasi Isu Nadiem Makarim, Kejagung Beri Tanggapan

Google Klarifikasi Isu Nadiem Makarim, Kejagung Beri Tanggapan

Google menjelaskan, investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan dengan sistem pendidikan Indonesia maupun Kementerian yang dijabat Nadiem Makarim.-Disway/Candra Pratama-

BACA JUGA:Hesti Purwadinata Pasang Badan Bela Aurelie Moeremans, Suami Diminta Abaikan Chat Roby Tremonti

BACA JUGA:Pemerintah Anggarkan Rp16,9 Triliun Sulap 16.171 Sekolah, Mendikdasmen: Rampung Januari 2026

Google mengerangkan, Chromebook sudah dirancang sesuai dengan realitas di ruang kelas, termasuk untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil. 

"Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline," terangnya.

Siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline bahkan tanpa koneksi internet sekalipun. Sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.

Google mengemukakan, perannya hanya sebatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi (ChromeOS) serta alat pengelolaan kepada mitra-mitra. 

Proses pengadaan, kata Google, dikelola sepenuhnya oleh produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) yang independen dan para mitra lokal. 

BACA JUGA:Obesitas Bisa Lewat Program Penurunan Berat Badan Berbasis Semaglutide

BACA JUGA:Saniyah Kontestan Veiled Cup Korea Bawakan Lagu Love & Let Go Milik Raisa, Tiffany SNSD: Punya Suara Ajaib

"Ekosistem ini memastikan bahwa Kementerian Pendidikan menjaga kendali penuh dan transparansi atas pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal," tutur Google. 

Tak berhenti di situ, Google menambahkan bahawa pihaknya menyediakan lisensi Chrome Education Upgrade (CEU) yang sebelumnya dikenal sebagai Chrome Device Management". 

Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu menerangkan bahwa CEU merupakan sistem pengelolaan dan infrastruktur keamanan yang sangat penting yang berfungsi untuk melindungi aset publik. 

"Sebagai standar yang digunakan di seluruh dunia, CEU memberikan Kementerian hingga sekolah kendali untuk mengatur perangkat dari satu sistem terpadu, menyaring konten negatif, hingga mengunci perangkat jika hilang," terangnya. 

"Ini adalah cara kami memastikan investasi Pemerintah tetap aman dan bermanfaat untuk jangka panjang," tambah Google menutup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads