Lebih Ganas Mana: Superflu atau Flu Biasa? Ini Jawaban Tegas Pakar Medis!
Menurut dr. Yumelda, masyarakat perlu memahami bahwa Superflu bukanlah istilah medis resmi untuk penyakit atau virus yang baru saja bermutasi menjadi monster.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Penjuru dunia saat ini tengah dihantui oleh wabah baru bernama Superflu. Bahkan, dikabarkan wabah ini sudah menginfeki sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Banyak orang mulai bertanya-tanya: apakah ini wabah baru yang lebih mematikan dari flu biasa?
BACA JUGA:Timnas Indonesia Gabung Grup A Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Wajib sampai Final dan Juara!
BACA JUGA:Yusril Ihza Mahendra: Pilkada Lewat DPRD Itu Sah dan Konstitusional
Menanggapi kegaduhan tersebut, dr. Yumelda Ismawir selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit memberikan penjelasan mendalam agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu.
Menurut dr. Yumelda, masyarakat perlu memahami bahwa Superflu bukanlah istilah medis resmi untuk penyakit atau virus yang baru saja bermutasi menjadi monster.
Secara sains, fenomena ini dipicu oleh meningkatnya penularan influenza musiman dari virus Influenza A (H3N2) subclade K.
BACA JUGA:96 WNI Dipulangkan dari Arab Saudi, Kemlu Ungkap Alasannya
BACA JUGA:Kopassus TNI AD Buka Rekrutmen 2026, Ini Syarat Lengkap dan Cara Daftarnya
"Varian ini sebenarnya masih merupakan bagian dari keluarga besar virus Influenza A H3N2 yang sudah lama kita kenal. Keberadaannya terus dipantau secara ketat oleh sistem surveilans global, termasuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," ungkap dr. Yumelda saat dihubungi oleh Disway, Jumat 16 Januari 2026.
Lantas, apakah ia lebih ganas? dr. Yumelda menegaskan bahwa hingga detik ini, belum ada bukti ilmiah yang valid yang menunjukkan bahwa varian ini lebih berbahaya atau lebih mematikan dibandingkan influenza musiman yang selama ini kita alami.
BACA JUGA:Serial Terbaru MDTV 'Keluarga Yang Tak Dirindukan', Hadirkan Potret Pahit Manis Ikatan Keluarga
BACA JUGA:Jember Jadi Tuan Rumah Pertama Festival Bogasari, Targetkan 15 Ribu Pengunjung
Mengukur Tingkat Bahaya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: