Alissa Wahid Ingatkan Petugas Haji 2026 Layani Lansia Sepenuh Hati dan Ramah Perempuan
Alissa Wahid mengingatkan peran penting petugas haji yang ramah perempuan dan lansia pada musim haji 2026-disway -
Alissa menceritakan pengalamannya melakukan "improvisasi" di lapangan, seperti menggunakan sebagian toilet laki-laki untuk perempuan pada jam tertentu demi mengurai antrean panjang.
BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Skema Pergerakan 525 Kloter Jemaah Haji 2026, Ini Perbedaan Gelombang I dan II
"Kebutuhan perempuan tidak boleh dianggap sebagai beban atau keribetan, melainkan realitas yang harus difasilitasi. Pemerintah yang wajib menyesuaikan pelayanan, bukan justru meminggirkan para lansia karena alasan usia," tambahnya.
Terkait pola pelatihan petugas yang bersifat semi-militer, Alissa mendukung penerapan jiwa korsa dan ketahanan fisik. Namun, ia menekankan agar pendekatan tersebut tidak kaku.
Pelayanan jemaah haji tetap membutuhkan fleksibilitas dan improvisasi cepat, terutama saat puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
BACA JUGA:Menjaga 'Rel' Ibadah, Strategi Besar Kemenhaj di Balik Operasional Haji 2026
Negara, menurut Alissa, memiliki "utang" pelayanan kepada jemaah yang telah mengantre puluhan tahun.
Oleh karena itu, mitigasi risiko kesehatan dan skema perlindungan jemaah harus menjadi prioritas utama sejak dari tanah air hingga kepulangan ke debarkasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: