Masa Depan Negeri Para Mullah

Masa Depan Negeri Para Mullah

Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia: Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menekankan hak rakyat Iran untuk menentukan nasib sendiri dan memperoleh ilmu pengetahuan, termasuk kemampuan memperkaya uranium.-dok disway-

Letak geografisnya yang berada di simpul Asia Barat, Asia Tengah, dan jalur perdagangan dunia membuat Iran hampir mustahil diabaikan oleh kepentingan global.

Di sisi lain, kekuatan komunitas Syiah yang solid menjadi fondasi sosial-politik utama negara ini. Loyalitas pada konsep Imamah dan kepemimpinan religius menjadikan Iran memiliki bargaining power yang signifikan, baik di dalam negeri maupun di kawasan.

Sulit membayangkan perubahan besar di Iran tanpa keterlibatan kepemimpinan Syiah, karena di sanalah legitimasi moral dan politik bertumpu.

Demonstrasi besar yang kerap terjadi menunjukkan bahwa dukungan atau penolakan masyarakat Syiah dapat menentukan arah stabilitas nasional.

Tantangan ke depan terletak pada bagaimana Iran, dengan sistem Wilayatul Faqih dan dukungan sosial yang kuat, mampu membangun kemakmuran dan kedamaian yang berkelanjutan.

Sanksi ekonomi memang membatasi ruang gerak, tetapi capaian Iran dalam bidang kesehatan, teknologi, pertanian, dan bahkan sains strategis menunjukkan daya tahan yang tidak kecil.

Namun konflik eksternal yang terus berulang berisiko menguras energi bangsa dan menunda agenda kesejahteraan. Pada saat yang sama, dunia internasional juga dituntut bersikap lebih adil dan konsisten dalam menyikapi Iran sebagai bagian dari tatanan global.

Pertanyaannya, akankah Iran mampu mengubah kekuatan ideologi dan sumber dayanya menjadi jalan menuju perdamaian dan kemakmuran, atau justru terus terjebak dalam pusaran konflik yang tak kunjung usai?

 

by: Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads