Perkuat Bapas, Menteri Imipas Lobi Kemenkeu Untuk Tambah Anggaran

Perkuat Bapas, Menteri Imipas Lobi Kemenkeu Untuk Tambah Anggaran

Anggaran itu bisa dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas yang ada di Bapas. Terlebih saat ini kondisi lapas kelebihan kapasitas.-Disway/Candra Pratama-

Pembentukan 18 kantor imigrasi baru itu, didasari oleh keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, pada tanggal 4 November 2026.

BACA JUGA:Inul Daratista Pingsan dan Dirawat Intensif di RS, Leukosit hingga Parasit Tinggi

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Thomas Djiwandono Terpilih Menjadi Deputi Gubernur BI

"Ini untuk mendekatkan akses layanan paspor, izin tinggal dan layanan keimigrasian lain untuk masyarakat," ujarnya, Senin.

Sebab, kata Agus, selama ini hanya ada 1 kantor imigrasi yang melayani beberapa kota dan kabupaten.

Menteri Agus mengemukakan, nantinya akan ada 3 perguruan tinggi ternama asing yang bakal berdiri di Indonesia.

Dengan demikian, pelayanan terhadap dokumen orang asing--akan sangat dibutuhkan.

Bukan hanya 18, kata Menteri Imipas, pihaknya menargetkan ke depan setiap kota atau kabupaten di Indonesia, juga memiliki kantor imigrasi.

Sehingga dapat memudahkan pengawasan orang asing dan juga pelayanan keimigrasian.

BACA JUGA:ZAP Luncurkan MENOLOGY Skincare: Solusi Perawatan Kulit Khusus Pria Modern

BACA JUGA:Berniat Menikah tapi Tak Tercatat di KUA, Kemenag Ingatkan Risikonya Bagi Pasangan

"Kita juga tadi mengharapkan ke depan juga akan ada penambahan-penambahan kantor pelayanan lag, dengan harapan bahwa nanti seluruh kabupaten ini ada kantor imigrasi," tuturnya. 

Sementara  Plt.Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan, dengan bertambahnya 18 kantor imigrasi baru, saat ini jumlah kantor imigrasi di seluruh Indonesia mencapai 151 unit. 

Penambahan itu, kata Yuldi, bukan hanya bermanfaat bagi WNI saja--tetapi juga bagi WNA yang berada di Indonesia. 

"Terutama dalam hal izin tinggal, kordinasi keimigrasian dan tanggapan terhadap pelanggaran" kata Yuldi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads