Agenda Peradaban Berbasis Kampus
Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.: Perguruan tinggi sering dinilai dari gedungnya, peringkatnya, atau jumlah publikasinya. Namun sejarah menunjukkan bahwa kampus yang benar-benar berpengaruh bukan hanya yang besar secara administratif, melainkan yang-dok disway-
Pra-Rakerpim diharapkan tidak berhenti pada rekomendasi umum yang sulit ditindaklanjuti. Ia harus melahirkan peta jalan yang jelas, indikator kinerja yang realistis, serta strategi lintas unit yang saling terhubung.
Lebih dari itu, ia harus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa perubahan adalah kerja kolektif. Transformasi tidak bisa dibebankan pada satu biro, satu fakultas, atau satu pimpinan. Ia menuntut keselarasan langkah seluruh ekosistem kampus.
Di tengah tekanan global yang semakin keras, UIN Jakarta tidak boleh bersikap reaktif. Ia harus proaktif menentukan posisinya: sebagai kampus Islam yang unggul, mandiri, dan relevan—kampus yang tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi memberi arah.
Pra-Rakerpim ini adalah langkah awal, bukan tujuan akhir. Ia menjadi ruang untuk memastikan bahwa ketika kita melangkah lebih cepat, kita tidak kehilangan orientasi; dan ketika kita mengejar keunggulan, kita tetap membawa nilai.
Jika transformasi ini dijalankan dengan konsistensi, UIN Jakarta tidak hanya akan dikenal sebagai institusi berkelas dunia, tetapi sebagai kampus yang berani menjadikan ilmu, tata kelola, dan nilai berjalan seiring.
Dari titik inilah pendidikan tinggi menemukan perannya yang paling hakiki: bukan sekadar mengelola organisasi, melainkan membentuk masa depan.
by: Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: