Lewat Konvensi Nasional Media Massa, Komdigi Tekankan Peran Strategis Pers di Era AI
Komdigi menegaskan pers berperan strategis dalam kemajuan bangsa melalui konvensi nasional media massa di tengah berbagai tantangan AI-Dok. Komdigi-
SERANG, DISWAY.ID - Perkembangan teknologi digital terutama Artificial Intelligence (AI) membuat pers Indonesia berada di satu fase penting dalam perjalanannya dengan tantangan yang tidak mudah, karena saat ini masyarakat tidak hanya butuh informasi yang cepat namun juga tepat.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid dalam acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 yang bertema “Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik” di Hotel Aston Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026.
BACA JUGA:Changan Lumin Tampil Lebih Ekspresif di IIMS 2026 Melalui Dua Konsep Modifikasi Inspiratif
BACA JUGA:Jadwal Penjualan Tiket Kereta Api Tambahan Mudik Lebaran, KAI Siapkan Diskon 30 Persen
“Kata tepat di sini menjadi sangat kontekstual dengan era saat ini, dimana disinformasi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia”, jelasnya.
Meutya juga menyampaikan bahwa Komdigi tetap berada di garda terdepan untuk menjaga kebebasan berekspresi, dan kebebasan pers, namun juga tetap bertanggung jawab. Karena pada prinsipnya selain memberikan informasi, pers juga memiliki tugas untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari informasi yang tidak benar.
“Jadi ada beberapa hal yang kita tegakkan khususnya di ranah digital yang terkait dengan AI, itu justru untuk memberikan keluangan atau kelonggaran untuk pers bisa berkarya, dan karyanya bisa didengarkan, dibaca, dan dinikmati oleh masyarakat”, ujar Meutya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengatakan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi. Menurutnya, perkembangan teknologi ini mempercepat dan memperbesar volume informasi, namun berisiko disinformasi, manipulasi fakta, dan erosi kepercayaan publik juga semakin nyata.
BACA JUGA:Bank Banten Dukung HPN 2026 dan Tandatangani MoU dengan PWI Banten
BACA JUGA:HPN 2026: Dukung Mobilitas Jurnalis, PT Wahana Makmur Sejati Hadirkan Servis Motor Keliling
Senada dengan Deden, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat juga menyampaikan bahwa saat ini kita berada pada situasi disrupsi digital, namun hal ini merupakan rantai peradaban itu sendiri. Situasi ini tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga fenomena global.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Pers yang dibacakan oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, yang didampingi oleh Ketua PWI Pusat, Ketua Umum SMSI, Ketua Umum ATVLI, Ketua Umum ATVSI, Ketua Umum JMSI, Ketua Umum PRSSNI, Ketua Umum SPS, dan Ketua Umum AMSI.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengawali sesi pemaparan dengan menyampaikan bahwa industri media Indonesia diterpa oleh dua kali disrupsi yang signifikan.
Yang pertama disrupsi internet yang membuat media-media tradisional bermigrasi ke digital. Lalu yang kedua adalah disrupsi teknologi baru seperti Artificial Intelligence.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: