Kisah Tumini, Penerima Rumah Bantuan Program TJSL Kemenkeu
Sejatinya, rumah seperti bedeng yang dibangun dari kayu bekas serta bahan bekas dibangung ditanah pemerintah. Dalam hal ini tanah pemkot Solo.-Disway/Fajar Ilman-
"Saya sudah melihat sendiri bagaimana penataan kawasan yang dilakukan dan kemudian juga bagaimana para penghuni itu juga mendapatkan manfaat yang positif dari penataan yang dilakukan oleh pemerintah kota dan dari TJSL yang disampaikan oleh Special Mission Vehicle dari Kementerian Keuangan," tegasnya.
BACA JUGA:Pengamat Desak Reformasi Total Kemenkeu Usai Adanya Dugaan Kasus Korupsi: Copot Dirjen Bea Cukai
BACA JUGA:Investasi Rp247 Miliar untuk Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SMF (Persero) Ananta Wiyogo mengatakan, hingga 2025, pihaknya telah membangun dan merenovasi total 84 unit rumah layak huni di berbagai daerah.
"Total rumah yang telah dibangun SMF pada program CSR dalam pengembangan rumah kumuh adalah sebanyak 84 unit," kata Ananta.
Ia menjelaskan, program pengembangan rumah kumuh di 33 kota ini telah dimulai sejak 2018, dengan total penyaluran dana sekitar Rp 747 juta.
Di Kota Solo misalnya, program ini telah dilaksanakan dalam dua tahap. Pada 2022, SMF membangun 47 unit rumah.
Ia menambahkan, pada 2025, melalui program bersama TJSL SMV Kementerian Keuangan, dilakukan pembangunan dan renovasi tambahan di kawasan Sangkrah.
Dalam program tersebut, SMF bertindak sebagai koordinator pelaksanaan peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: