Tak Mau Rekrut Lagi, Purbaya Pilih Geser Pegawai Demi Efisiensi
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penataan sumber daya manusia dengan menggeser 213 pegawai Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP)-Disway.id/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penataan sumber daya manusia dengan menggeser 213 pegawai Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.
BACA JUGA:Viral Veneer Gigi Finalis Miss Grand Thailand Tiba-Tiba Copot, Senyumannya Jadi Sorotan
BACA JUGA:Kemenkop Tegaskan Bentrokan di Flores Timur Tak Terkait Program Kopdes Merah Putih
Ia memilih langkah ini, agar tidak menambah beban anggaran negara untuk rekrutmen pegawai baru.
"Jadi saya meningkatkan fungsi DJP tanpa meningkatkan beban anggaran terlalu signifikan," katanya saat di Kantor Kemenkeu, Jumat, 27 Maret 2026.
Purbaya menjelaskan, para pegawai yang dipindahkan rata-rata lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), hal tersebut menurutnya cepat beradaptasi dengan tugas baru di bidang perpajakan.
"Sudah terlatih kan selama ini. Jadi kalau pindah ke sana penyesuaian dirinya juga nggak terlalu banyak. Saya pikir dilatih pajak seminggu dua minggu udah cukup," jelasnya.
BACA JUGA:Pengunduran Diri Letjen Yudi dari Kabais TNI Imbas Penyerangan Aktivis Dinilai Wujud Sikap Ksatria
BACA JUGA:Ketahuan Transaksi Sabu di Berlan Jaktim hingga Viral, Anggota TNI Ditangkap Provost!
Mesku demikian, ia mengakui adanya penolakan terkait proses pergeseran pegawai DJA ke DJP. Namun, Purbaya tetap akan mengambil langkah ini guna demi efisiensi anggaran
"Katanya mungkin mereka maunya rekrut baru, tapi saya pikir kan demi efisiensi ngapain saya tinggalkan sekitar 100 orang di anggaran, terus saya rekrut baru. Kan itu pemborosan. Jadi saya akan buat sesuai efisiensi," tegasnya.
Diketahui, Pemerintah saat ini tengah melakukan beberapa langkah efisiensi dalam menghadapi harga minyak dunia yang melonjak imbas perang Iran dengan AS dan Israel.
Pemerintah pun berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan WFA sehari dalam sepekan guna menghemat penggunaaan BBM.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: