Pedagang Kecil Menjerit, Satu KTP Satu Harga Gas LPG 3 Kg Bikin 'Kecekek’
Terselip kekhawatiran baru bagi warga dan pedagang: wacana pembatasan distribusi gas LPG 3 kilogram dengan skema satu KTP satu harga.--Cahyono
JAKARTA, DISWAY.ID - “Kalau pedagang begini, pangkalan kecil, pedagang keliling, ya kecekek.”
Kalimat itu meluncur pelan dari mulut Sampir, pedagang bakso di Jalan Kedoya Pesing, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Di gerai sederhana yang tak terlalu ramai itu, dandang kuah terus mengepul.
Namun di balik uap panasnya, terselip kekhawatiran baru: wacana pembatasan distribusi gas LPG 3 kilogram dengan skema satu KTP satu harga.
BACA JUGA:Peringati Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Edukasi Rumah Tangga dan UMKM soal Penggunaan LPG Aman
Bagi Sampir, kebijakan itu terasa memberatkan.
Dalam sehari, ia bisa menghabiskan dua tabung gas 3 kilogram untuk merebus kuah, memanaskan bakso, hingga menyiapkan bahan dagangan. Itu belum termasuk kebutuhan memasak di rumah.
“Belum masak di rumah. Belum matengin bahan. Masih kurang kayaknya,” ungkapnya.
Wacana yang beredar menyebut pembelian LPG 3 kg akan dibatasi berdasarkan satu kepala keluarga dengan kuota tertentu per minggu. Hitungan itu, menurut Sampir, belum tentu cukup bagi pedagang mikro seperti dirinya.
Pilihan beralih ke tabung 12 kilogram atau Bright Gas pun bukan solusi mudah. Harga isi ulang yang jauh lebih mahal membuatnya hanya bisa menggeleng.
BACA JUGA:Pertamina dan MIND ID Mau Sulap Batu Bara Jadi 'LPG Terbarukan', Gas Elpiji Bakal Dihapus?
“Belum mampu. Kalau mampu ya nggak apa-apa. Masalahnya nggak mampu. Kemampuan itu yang penting dari rakyat kecil,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: