Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama
Gedung Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)-Foto: Dokumentasi Unusa-
Karena itu, Fakultas dan Jurusan yang mendesak ada di PTNU dan harus ditambah kuantitasnya, diantaranya adalah Fakultas Medis dan Kesehatan. Meliputi; Jurusan Kedokteran (Umum & Spesialis), Keperawatan & Kebidanan, Ahli Gizi (Nutrisi dan Dietetika), Farmasi/Apoteker, Teknik Laboratorium Medis (Analis Kesehatan), Teknik Radiologi dan Manajemen Rumah Sakit/Kesehatan Masyarakat.
BACA JUGA:Ijtihad KH Imam Jazuli untuk NU dan PKB
BACA JUGA:Konser Kemanusiaan dan Etika Solidaritas Bangsa
Kemudian Fakultas Sains, Teknologi, & Teknik (Engineering). Meliputi; Jurusan Teknik Komputer/Informatika/Sains Data, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Pertanian dan Biomedik (Biomedical Engineering, lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan berbagai varian jurusannya.
Keberadaan kampus NU di masa depan tidak bisa hanya mengandalkan "barokah" kiai. Ia harus berakar pada nilai pesantren (Aswaja) namun berdaun pada teknologi modern. Jika tidak segera berbenah, kampus-kampus NU akan menjadi fosil, ditinggalkan zaman, dan PBNU hanya akan mengelola "kantor" bukan "pusat keunggulan."
Saatnya menjadikan PTNU sebagai "kawah candradimuka" intelektual NU yang moderat, ahli dalam ilmu agama, dan mumpuni dalam saintek. Hanya dengan cara inilah NU benar-benar bisa "Melawan Ketertinggalan Pendidikan". Jika tidak sekarang melakukan lompatan besar, ratusan kampus itu hanya akan menjadi monumen masa lalu yang gagal menyongsong masa depan. Wallahu'alam bishawab. (*)
*) Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: