Beasiswa Garuda Dibuka, Siswa Berprestasi Berpeluang Kuliah Gratis ke Kampus Dunia
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, dan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif-Dody Suryawan-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membuka peluang lebih luas bagi talenta muda Indonesia lewat program Beasiswa Garuda Sarjana serta penguatan SMA Unggul Garuda dan Garuda Transformasi.
Skema ini dirancang untuk memastikan siswa berprestasi dari berbagai daerah, termasuk keluarga kurang mampu, mendapat akses pendidikan kelas dunia tanpa hambatan biaya.
Berbeda dari beasiswa biasa, program Garuda mengusung pendekatan ekosistem. Siswa tidak hanya menerima pembiayaan, tetapi juga dipetakan kemampuan akademiknya melalui tes potensi, mendapat pelatihan intensif, pendampingan guru dan konselor, hingga bimbingan pendaftaran ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
BACA JUGA:1.900 Satpol PP Siap Halau SOTR Selama Ramadan, Petakan 43 Titik Rawan di Jakarta
BACA JUGA:12.944 Orang Masih Mengungsi Pascabanjir Sumatera, 1.205 Meninggal
Sekolah mitra pun diperkuat dari sisi manajemen, kualitas pengajar, serta sistem pembelajaran transformatif.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mengatakan program ini fokus pada pembinaan menyeluruh.
“Ini bukan sekadar bantuan biaya, tetapi proses pendampingan agar siswa siap bersaing dan diterima di universitas terbaik dunia,” ujar Najib, di Jakarta, Rabu, 16 Februari 2026.
Hal senada disampaikan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini mengatakan, seleksi dilakukan secara nasional berbasis merit dan afirmasi.
“Kami ingin talenta dari daerah mana pun memiliki kesempatan yang adil, dengan mutu pendidikan tetap terjaga,” katanya.
Untuk 2026, seleksi dibagi dua gelombang. Gelombang I berlangsung 16 Februari–15 Maret, dilanjutkan seleksi administrasi hingga akhir Maret, tes bakat skolastik pada April, dan pengumuman 30 April. Gelombang II dibuka 25 Mei–25 Juni, tes pada Juli, dan hasil diumumkan 5 Agustus.
Dengan dukungan biaya kuliah hingga empat tahun, asrama, serta pendampingan akademik, Beasiswa Garuda diharapkan menjadi jembatan lahirnya generasi unggul Indonesia yang siap bersaing di panggung global," tutup Findyartini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: