Agar Tak Gampang Basi, Menu MBG di Bulan Ramadan Hanya Telur dan Roti
BGN siapkan sistem transfer real time dan tegaskan kewajiban penggunaan bahan pangan lokal sesuai Perpres 115/2025.-Hasyim Ashari/Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Menghadapi bulan suci Ramadan, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Dapoer Rahayu Pulo Gebang mulai melakukan penyesuaian dalam distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mengingat mayoritas penerima manfaat adalah muslim, pihak pengelola memutuskan untuk mengubah skema menu guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga waktu berbuka atau sahur.
Tantangan utama distribusi makanan di bulan puasa adalah risiko makanan basi jika menggunakan menu basah seperti biasanya. Oleh karena itu, SPPG memilih beralih ke komposisi menu kering.
BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Distribusi Menu MBG untuk Peserta Didik Baru Dimulai 23 Februari 2026
Fariz Alaudin selaku Kepala SPPG Dapoer Rahayu menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan instruksi langsung untuk menjaga keamanan pangan. Fokus utamanya adalah memberikan makanan yang memiliki daya tahan lebih lama namun tetap kaya akan nutrisi.
"Untuk di Ramadan, kita gunakan skema yang berbeda. Sesuai arahan dari Waka BGN (Badan Gizi Nasional), jadi itu menu kering yang memang tahan cukup lama. Artinya tidak mudah basi atau tidak mudah rusak," ujar Fariz saat dihubungi oleh Disway, Rabu 18 Februari 2026.
Dalam skema baru ini, telur rebus dan roti menjadi instrumen utama dalam paket gizi yang dibagikan.
"Contohnya misalnya itu roti, atau telur rebus, terus susu. Nanti bakal dikomposisikan sesuai dengan angka kecukupan gizi," tutur Fariz.
BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Distribusi Menu MBG untuk Peserta Didik Baru Dimulai 23 Februari 2026
Pemilihan telur rebus dinilai sangat efektif karena selain kaya protein, ia memiliki pelindung alami (cangkang) yang membuatnya lebih awet dibanding olahan protein lainnya.
Sebelum memasuki masa transisi menu Ramadan, SPPG saat ini tengah memfokuskan pelayanan pada skala prioritas di minggu pertama. Kelompok yang didahulukan adalah "3B", yakni Ibu Menyusui (Busui), Ibu Hamil (Bumil), dan Balita.
Langkah ini diambil agar kelompok paling rentan tetap mendapatkan asupan gizi tanpa terputus, mengingat mereka tidak memiliki jadwal libur dalam hal pemenuhan nutrisi. Sementara itu, untuk kategori peserta didik, distribusi baru akan kembali normal mulai tanggal 23 Februari mendatang.
Tak hanya soal jenis menu, SPPG juga mengantisipasi adanya libur panjang Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada pertengahan Maret 2026. Mengingat adanya tradisi mudik dan libur nasional, pihak pengelola berencana menerapkan sistem distribusi "rapel".
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: