Indonesia Resmi Kuasai 63 Persen Freeport, Tambahan 12 Persen Saham Gratis
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia akan meningkat menjadi 63 persen usai skema izin kontrak tambang dengan PT Freeport Indonesia diperpanjang hingga 2061-disway.id/Anisha Aprilia -
"Kita tahu bahwa konsentrat Freeport sekarang memproduksi satu tahun pada saat belum terjadi musibah itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat daripada tembaga yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900.000 lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas," imbuhnya.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia memastikan perpanjangan kontrak tambang dengan PT Freeport Indonesia hingga 2061.
Perpanjangan tersebut disertai komitmen tambahan investasi Freeport di RI senilai US$20 miliar atau senilai Rp337,7 triliun (asumsi kurs Rp16.890 per dolar AS) dalam 20 tahun ke depan.
BACA JUGA:Setelah UU HAM, Natalius Pigai Targetkan Revisi UU Pengadilan HAM Rampung 2027
BACA JUGA:Terobosan Baru! Pigai Ungkap Komnas HAM Akan Punya Penyidik Independen
Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani menegaskan pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Freeport sebagai tindak lanjut mandat yang diberikan pemerintah.
"Kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MoU antara Freeport dan juga pemerintah Indonesia. Pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu US$20 miliar," ujar Rosan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: