Percepat Transformasi Digital, PTPN IV PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

Percepat Transformasi Digital, PTPN IV PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

Pasca-merger, PTPN IV PalmCo mempercepat langkah digitalisasi dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone untuk mendukung pengelolaan kebun sawit berbasis data.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Transformasi digital di sektor perkebunan kian bergerak cepat. Pasca-merger, PTPN IV PalmCo mempercepat langkah digitalisasi dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone untuk mendukung pengelolaan kebun sawit berbasis data.

Hingga awal tahun ini, puluhan karyawan dinyatakan lulus sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan, dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan.

Perusahaan menyebut program ini sebagai bagian dari pembangunan ekosistem digital terintegrasi yang kini menjadi tulang punggung operasional. Secara keseluruhan, saat ini terdapat 62 karyawan yang telah tersertifikasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata ditentukan oleh kehadiran teknologi, melainkan oleh kesiapan sumber daya manusia.

BACA JUGA:Hutama Karya Tandatangani Kredit Sindikasi, Tol Betung–Jambi Siap Terhubung dari Selatan ke Utara

BACA JUGA:Mushaf Al-Qur’an Raksasa di Cilegon Bukti Hebatnya Ulama Kota Santri

“Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi canggih. Kunci utamanya adalah peningkatan kompetensi SDM. Tanpa operator yang terlatih dan tersertifikasi, sistem tidak akan memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan,” kata Jatmiko dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Di PTPN IV PalmCo, digitalisasi yang dibangun perusahaan bertumpu pada sistem terpusat bernama PalmCo Business Cockpit, yakni dashboard digital yang mengintegrasikan data operasional dari berbagai unit usaha.

Sistem ini terhubung dengan platform pemetaan spasial “Agroview” yang memungkinkan pemantauan ratusan ribu hektare lahan secara hampir waktu nyata (real-time).

Melalui drone yang dioperasikan para pilot bersertifikat, data visual dan spasial dari lapangan dikirimkan langsung ke pusat kendali.

Informasi tersebut kemudian diolah untuk mendukung pengambilan keputusan agronomis, mulai dari kebutuhan pupuk, deteksi dini serangan hama, hingga identifikasi potensi penurunan produktivitas.

BACA JUGA:Data PBI-JKN Dimutakhirkan, Cak Imin Jamin Layanan Tak Terganggu

BACA JUGA:Buntut Viral Alumni 'Cukup Saya WNI', Komisi X DPR Minta Data Ulang Alumni dan Pengetatan Seleksi LPDP

Di tingkat kebun, perubahan pola kerja mulai terasa. Pemantauan yang sebelumnya mengandalkan patroli manual kini dilengkapi citra udara beresolusi tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads