Polisi: Pemukul Pegawai SPBU di Cipinang yang Ngaku Aparat Dipastikan Warga Sipil
Berdasarkan hasil pendalaman awal, insiden tersebut dipicu persoalan pengisian BBM jenis Pertalite. Terduga pelaku disebut tidak dilayani oleh petugas SPBU saat hendak mengisi bahan bakar.-dok Disway-
BACA JUGA:14 Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan untuk SD-SMA, Bisa Jadi Referensi Sekolah!
Salah satu korban, Abud Mahmudin (28), operator SPBU yang telah bekerja sekitar empat tahun di SPBU Cipinang, menceritakan awal mula kejadian. Ia mengaku awalnya hanya ingin melihat situasi yang sempat ricuh di lokasi.
"Saya nggak ngomong apa-apa, cuma lihat doang. Namanya juga di lingkungan kerja, kepo aja," ujarnya.
Namun situasi memanas ketika rekannya lebih dulu ditampar. Abud yang refleks mendekat justru ikut menjadi sasaran amarah pelaku.
"Pas teman saya kena tampol, saya refleks. Eh dia malah nandain saya, nunjuk-nunjuk ke saya," tuturnya.
Abud mengaku dipukul pada bagian mata hingga merasa pusing.
BACA JUGA:Bertemu Menlu Palestina, Sugiono: Indonesia Siap Perkuat Peran untuk Perdamaian Palestina
BACA JUGA:Dapatkan Saldo DANA Kaget Gratis Rp245.000 Sore Ini 24 Februari 2026, Syarat Klaimnya Mudah Banget!
Tak berhenti di situ, pelaku disebut kembali menghampirinya dan melayangkan pukulan ke pipi serta bagian belakang telinga.
"Gigi saya patah jadi setengah, nggak rata. Berdarah karena kena sarafnya," ungkapnya.
Akibat luka tersebut, Abud kesulitan makan dan masih merasakan ngilu saat berbicara. Ia telah menjalani visum dan mendapatkan perawatan medis.
"Saya tadi nunggu visum dulu. Selesai visum langsung dibawa ke dokter," sebutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: