Singgung Dwi Yang Bangga Anaknya Jadi WNA, Dirjen AHU Klaim Banyak yang Mau Jadi WNI
Sulitnya persyaratan menjadi WNI, karena Dirjen AHU bukan lembaga satu-satunya instansi yang menangani kewarganegaraan.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU), Widodo, menyinggung pernyataan salah satu alumni beasiswa LPDP, pasangan Dwi Sasetyaningtyas (DS) dan Aryo Iwantoro (AP), yang bangga menampilkan paspor Inggris milik anaknya.
Berdasarkan catatan, lima tahun terakhir terdapat peningkatan signifikan jumlah permohonan kewarganegaraan Indonesia.
BACA JUGA:Eks Dirut Pertamina Patra Niaga 'Riva Siahaan' Divonis 9 Tahun Penjara
"Sebagaimana data yang ada di Direktorat Jenderal AHU, khususnya di Direktorat Tata Negara yang menangani urusan kewarganegaraan, bahwa akhir-akhir ini, baik tahun 2024, 2025, dan beberapa tahun ke belakang, permintaan dan minat untuk menjadi warga negara Indonesia begitu cukup tinggi," katanya, Rabu, 26 Febuari 2026.
Namun, Ia menegaskan adanya proses seleksi dilakukan secara ketat dan selektif untuk bisa menjadi WNI.
BACA JUGA:Papua Connection Kutuk Kekerasan KKB: Serangan ke Guru dan Nakes Bentuk Teror Kemanusiaan
BACA JUGA:Mudik Gratis Kemenhub, Tersedia 401 Bus, Ini Cara Pendaftarannya
"Setidaknya untuk tinggal masa durasi tinggal di Indonesia saja, yang bersangkutan harus 5 tahun berturut-turut tidak boleh terputus, atau 10 tahun jika sekiranya terjadi pemutusan untuk berselang-seling tinggal di Indonesia," jelasnya.
Tercatat, kata Dia, pada 2020 terdapat 37 permohonan, dengan 29 diterima. Sedangkan pada tahun 2021 tercatat 63 permohonan dan 61 dikabulkan. Pada 2022, seluruh 63 permohonan diterima. Tahun 2023, 69 orang permohonan, 66 diterima.
Ia menambahkan, pada 2024 terjadi lonjakan dengan 165 permohonan, dengan total 20 permintaan WNI yang diterima. Sementara pada 2025 tercatat 147 permohonan, dan baru dua yang dinyatakan lengkap serta diterima.
BACA JUGA:Pigai Jawab Tantangan Uceng Debat Masalah HAM: Saya Benar-benar Mau Ajari Anda Soal HAM Agar Paham!
BACA JUGA:Buronan WNA Kazakstan Kasus Pembunuhan Berhasil Diringkus di Lombok
"Demikian ketatnya, demikian selektifnya kita, tidak mudah untuk menjadi seorang warga negara Indonesia," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: