Raih Dua Rekor MURI, Sarihusada Perkuat Edukasi Gizi Lewat Kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak'

Raih Dua Rekor MURI, Sarihusada Perkuat Edukasi Gizi Lewat Kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak'

Kampanye aksi “3 Langkah Maju” yang telah meraih Rekor MURI skrining pertumbuhan anak terbanyak dengan menjangkau 1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) terus memperkuat komitmen dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia. 

Untuk itu, dalam momentum peringatan Hari Gizi Nasional 2026, Sarihusada meluncurkan kampanye “Pejuang Berat Badan Anak” di Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.

BACA JUGA:Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok hingga Instagram

BACA JUGA:Pakuwon Mall Bekasi Gelar Sanctuary of Ramadan 2026, Ada Midnight Sale Diskon hingga 80 Persen

Kampanye ini bertujuan untuk mengajak para Bunda pejuang berat badan anak agar lebih memahami pentingnya nutrisi seimbang, deteksi dini, dan pemantauan rutin agar anak mencapai berat badan ideal serta terhindar dari gangguan pertumbuhan. 

Kampanye ini juga merupakan keberlanjutan dari komitmen dan upaya Sarihusada yang telah berhasil dilakukan pada tahun 2025 lalu melalui gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS).

Dan kampanye aksi “3 Langkah Maju” yang telah meraih Rekor MURI skrining pertumbuhan anak terbanyak dengan menjangkau 1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dalam masa pertumbuhan anak, pencapaian berat badan ideal merupakan indikator penting dalam menilai status gizi.  

BACA JUGA:Perang Timur Tengah Goyang Dunia Ekspor, Pertamina Lubricants Wait and See

BACA JUGA:Kemlu Siaga Penuh! Jemaah Umrah RI Dipantau 24 Jam di Bandara Jeddah dan Madinah

Maka dari itu, jika anak mengalami kondisi berat badan kurang dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, baik secara fisik maupun kognitif. 

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai, termasuk kurangnya asupan kalori dan protein. 

Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan berat badan secara rutin sangat krusial untuk mencegah terjadinya risiko gagal tumbuh pada anak. 

Namun sayang, berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi underweight atau berat badan kurang pada anak di bawah 5 tahun masih di angka 16,8%, meningkat dari 15,9% pada 2023. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads