Nuanu Creative City Bali Perkuat Ekosistem Kreatif: Hunian, Kuliner, dan Pendidikan Terintegrasi
Investasi Properti Bali: Nuanu Creative City Bangun Ekosistem Kreatif Terintegrasi---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Setahun setelah menegaskan visinya untuk membangun ekosistem kreatif yang terintegrasi di Bali, Nuanu Creative City menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, destinasi gaya hidup, hingga pengembangan hunian dan pendidikan.
Kawasan seluas 44 hektare yang berada di pesisir barat daya Bali ini dirancang sebagai lingkungan terpadu di mana masyarakat dapat tinggal, bekerja, belajar, dan berkreasi dalam satu ekosistem yang terhubung dengan alam.
Dengan komitmen untuk hanya mengembangkan 30 persen dari total lahan, proyek ini berupaya menciptakan model kehidupan urban yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan komunitas kreatif di Bali.
BACA JUGA:Investasi Rp 500 Miliar, Nuanu Real Estate Bangun Kawasan Terpadu di Bali
Fokus Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Properti
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan bahwa proyek ini sejak awal tidak dirancang sebagai pengembangan properti konvensional.
"Sejak awal, Nuanu memang tidak dirancang sebagai sekadar proyek pengembangan properti biasa," kata CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll pada Senin, 9 Maret 2026 di Jakarta Pusat.
"Visi kami adalah membangun tempat tinggal terbaik. Artinya, kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu—mulai dari gaya hidup, fasilitas pendidikan, hingga ruang komersial—yang mendukung kehidupan sehari-hari dan menciptakan nilai tambah bagi para penghuninya," pungkasnya.
Menurutnya, visi utama Nuanu adalah menciptakan lingkungan tempat tinggal yang ideal dengan membangun infrastruktur pendukung kehidupan sehari-hari terlebih dahulu, seperti fasilitas gaya hidup, pendidikan, serta ruang komersial.
Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem yang tidak hanya memberikan kualitas hidup yang baik bagi penghuni, tetapi juga menghadirkan nilai investasi jangka panjang.
Dalam konsep ini, kualitas tempat tinggal tidak hanya ditentukan oleh bangunan hunian, melainkan juga oleh aktivitas yang dapat dilakukan di dalam kawasan serta komunitas yang terbentuk di dalamnya.
Divisi Nuanu Real Estate berperan penting dalam membangun lapisan residensial yang menjadi fondasi utama ekosistem kawasan.
Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur, menjelaskan bahwa keputusan masyarakat dalam memilih tempat tinggal saat ini semakin dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan komunitas.
Menurutnya, Nuanu menargetkan lebih dari 400 unit residensial dan hospitality dapat diserahterimakan kepada pemilik pada tahun 2027.
Saat ini, terdapat 12 proyek hunian serta satu proyek hotel investasi yang sedang dikembangkan dengan skema kepemilikan hak milik maupun hak sewa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: