Rumor Kematiannya Diolok-Olok, Netanyahu Pamer Dirinya Sehat Sambil Santai Minum Kopi
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membantah rumor tersebut dengan sebuah video di platform X (Twitter) setelah beredar teori konspirasi di media sosial yang mengklaim ia tewas akibat serangan Iran.--X/NDTV
Sebelumnya, pada hari Minggu, Iran bersumpah akan “mengejar dan membunuh” Perdana Menteri Netanyahu.
“Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” kata Islamic Revolutionary Guard Corps dalam sebuah pernyataan.
Hal ini terjadi ketika perang antara Israel dan Iran telah memasuki hari ke-16. Konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran bulan lalu.
Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ali Khamenei, dan memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Netanyahu Tega! Israel Bakal Pilih Sendiri Negara Mana yang Boleh Masuk Gaza
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke Israel serta ke pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Sementara itu, Israel dan Amerika Serikat terus menyerang target-target Iran. Laporan menyebutkan perang ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar berada di Iran.
Pentagon menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat dan Israel telah menyerang lebih dari 15.000 target di seluruh Iran sejak konflik dimulai. Media AS juga melaporkan bahwa Pentagon telah mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke kawasan tersebut bersama sekitar 2.500 marinir, seiring pertempuran yang masih terus berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: