Ekonomi 'Mandi Keringat' Jelang Lebaran, Rakyat Butuh Guyuran Kas Negara
Ilustrasi aktivitas pedagang komoditi kebutuhan pokok menunggu pembeli di pasar tradional-Bianca-
Menanti Keajaiban di Hari Kemenangan
Janji-janji lapangan kerja itu tentu kabar baik. Tapi bagi rakyat kecil yang hari ini harus membeli beras seharga Rp20 ribu per liter, janji lima tahun terasa sangat lama. Mereka butuh solusi untuk besok pagi.
Lebaran tinggal menghitung hari. Di terminal-terminal, orang mulai menggendong tas. Di pasar, para pedagang masih berharap ada keajaiban pembeli datang di menit-menit terakhir.
Mungkin benar kata Gede Sandra, rakyat kita tidak butuh diajari berhemat. Mereka sudah khatam urusan itu. Yang mereka butuhkan adalah negara yang hadir—bukan sekadar hadir untuk memantau harga, tapi hadir untuk memastikan bahwa di meja makan mereka nanti, masih ada nasi dan sepotong kue Lebaran yang bisa dinikmati tanpa rasa cemas akan hari esok.
Sebab, Idulfitri seharusnya menjadi hari kemenangan, bukan hari di mana rakyat harus kembali "mandi keringat" hanya untuk sekadar bertahan hidup. (*)
Reporter: Bianca Chaerunnisa, Dimas Rafi, Hasyim Ashari, Anisha Aprilia
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: