Lailatul Qadar, Zakat, dan Spirit Kemanusiaan di Penghujung Ramadan

Lailatul Qadar, Zakat, dan Spirit Kemanusiaan di Penghujung Ramadan

Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)-Istimewa-

BACA JUGA:Menuju Muktamar ke-35 NU: KH Afifuddin Muhajir Adalah Jawaban dan Arus Utama Kepemimpinan PBNU

BACA JUGA:Agenda Peradaban Berbasis Kampus

Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang adil dan damai hanya dapat dibangun jika spiritualitas dan solidaritas berjalan beriringan. 

Kedekatan kepada Tuhan harus tercermin dalam kepedulian kepada manusia.

Dengan demikian, penghujung Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk memperdalam spiritualitas sekaligus memperluas kepedulian sosial. 

Ketika ibadah malam Lailatul Qadar dipadukan dengan zakat fitrah yang menumbuhkan solidaritas, maka Ramadan benar-benar melahirkan manusia yang utuh: manusia yang memiliki kedalaman iman sekaligus kepekaan kemanusiaan. 

Dari sinilah makna kemenangan Idul Fitri menemukan bentuknya yang paling hakiki, kemenangan spiritual yang memancarkan rahmat bagi sesama.

*Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D*

(Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: