Indonesia Jadi Co-Host GSDC 2026, Jakarta Disiapkan sebagai Pusat Keputusan Global SDGs

Indonesia Jadi Co-Host GSDC 2026, Jakarta Disiapkan sebagai Pusat Keputusan Global SDGs

Persiapan ajang bergengsi Global Sustainable Development Congress CGSDC) 2026. -ist-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi bergabung sebagai co-host ajang bergengsi Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026.

Penunjukan ini menjadi tonggak penting bagi kawasan Asia Tenggara dalam memperkuat peran di panggung global, khususnya dalam percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kongres yang akan digelar di Jakarta pada 22–25 Juni 2026 ini tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga diarahkan sebagai pusat pengambilan keputusan global.

BACA JUGA:Tol Japek Selatan Jadi Alternatif ke Jakarta, Kepadatan Masih Situasional

Dalam pelaksanaannya, Indonesia akan bekerja sama dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan keterlibatan Indonesia sebagai tuan rumah mencerminkan komitmen kuat dalam mendorong agenda keberlanjutan yang inklusif dan terintegrasi.

“Upaya mencapai keberlanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan global, peneliti akademik, dan organisasi masyarakat sipil,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan GSDC 2026 di Jakarta diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara perencanaan strategis dan implementasi nyata di lapangan.

Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, solusi yang dihasilkan diharapkan memiliki dukungan politik, pendanaan, serta kepercayaan publik.

“Dengan kemitraan ini, solusi yang lahir tidak hanya berhenti di konsep, tetapi bisa memberikan dampak nyata hingga tingkat lokal,” kata Rachmat.

BACA JUGA:Roadmap Energi Indonesia Dinilai Belum Sentuh Transportasi, Pemerintah Diminta Libatkan Publik

Sementara itu, Managing Director GSDC, Yemi Adeshiyan, menilai keterlibatan Indonesia sebagai co-host akan menjadi pengungkit penting bagi kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, penyelenggaraan kongres di wilayah ini membuka peluang besar untuk menghubungkan kebijakan nasional dengan agenda global.

“Dengan bekerja langsung bersama sistem perencanaan nasional, kami memastikan solusi dari Jakarta memiliki kekuatan strategis dan politik untuk mendukung Agenda Global 2030,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait