Kerja Sama RI–Jepang Makin Kuat, Blok Masela Jadi Proyek Andalan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia-Istimewa-
"Kami akan memastikan seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret, termasuk pengembangan gas, panas bumi, dan kerja sama mineral kritis," tegasnya.
Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menyampaikan Indonesia membuka peluang luas bagi Jepang untuk berpartisipasi dalam transformasi ekonomi nasional.
Ia secara khusus mengundang kolaborasi dalam pengembangan industri berbasis mineral kritis dan rare earth, yang menjadi komponen penting dalam teknologi energi masa depan.
BACA JUGA:Airlangga Bilang ASN WFH Tiap Jumat Agar Efisien dan Modern, Negara Ini Contohnya!
BACA JUGA:Program MBG Dialihkan Jadi 'Makanan Segar', Beban APBN Hemat Rp20 Triliun
Tak hanya itu, kerja sama energi bersih juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kolaborasi dalam kerangka inisiatif dekarbonisasi kawasan, termasuk melalui pengembangan energi terbarukan dan potensi energi nuklir sipil.
Presiden juga menyinggung pentingnya percepatan penyelesaian berbagai hambatan proyek (bottleneck), agar investasi yang telah direncanakan dapat segera terealisasi di lapangan.
Hal ini mencakup sejumlah proyek strategis lain yang melibatkan mitra Jepang.
Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang di tengah dinamika global sektor energi.
BACA JUGA:Mulai April 2026 Beli BBM Pertalite dan Solar Dibatasi 50 Liter per Hari, Mobil Pribadi Juga?
BACA JUGA:Dikira Harga BBM Naik 1 April 2026, Warga Serbu SPBU Antre Sampai Bawa Jerigen
Pemerintah berharap, percepatan proyek seperti Blok Masela tidak hanya meningkatkan produksi energi nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global yang berkelanjutan.
"Kami juga terbuka untuk kerja sama di bidang energi terbarukan dan energi nuklir. Kami juga akan mendorong Asia Zero Emission Community, di mana perusahaan-perusahaan Jepang terlibat di Indonesia, dan kami akan mempercepat serta membantu mengatasi bottleneck proyek-proyek yang ada, sebagai contoh Legok Nangka maupun Sarulla," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: