Ekonomi Hijau, UMKM Mulai Gunakan Teknologi Energi Terbarukan

Ekonomi Hijau, UMKM Mulai Gunakan Teknologi Energi Terbarukan

Seminar GICC bertema “Enhancing the Sustainability of a Green Economy through the Utilization of Renewable Energy and Sustainable Finance by Strengthening MSMEs and Cooperatives in the ASEAN Region”.--Anisha Aprilia

JAKARTA, DISWAY.ID - UMKM mulai komitmen dal mendukung ekonomi hijau.

Melalui Green Innovation Cooperation Center (GICC), bekerja sama dengan ASEAN-ROK Financial Cooperation Centre, BINUS University, Innobiz Association, serta didukung oleh Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM Republik Indonesia, berhasil menyelenggarakan Seminar GICC bertema “Enhancing the Sustainability of a Green Economy through the Utilization of Renewable Energy and Sustainable Finance by Strengthening MSMEs and Cooperatives in the ASEAN Region”.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur GICC Kim Heesoon menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

“Untuk membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor sangat penting, dengan UMKM dan koperasi sebagai pilar utama ekonomi ASEAN," Direktur GICC Kim Heesoon, Jumat, 24 April 2026.

Seminar ini membahas berbagai topik strategis, termasuk pemanfaatan teknologi energi terbarukan untuk UMKM, penguatan pembiayaan berkelanjutan, serta integrasi inovasi digital untuk mendukung transformasi bisnis menuju ekonomi hijau.

Menyoroti tantangan praktis yang dihadapi oleh UMKM, Andi Darell Alhakim, Pembicara Seminar (Analis Dekarbonisasi Bisnis di University of Oxford), menyampaikan bahwa transisi menuju keberlanjutan sering kali dimulai dari langkah sederhana yang dapat dilakukan.

BACA JUGA:bank bjb Ajak Kartini Masa Kini Melek Digital Lewat Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM

“Bagi banyak UMKM, tantangan terbesar bukanlah kurangnya solusi, tetapi mengetahui dari mana harus memulai. Pada kenyataannya, langkah-langkah kecil dan praktis sudah dapat memberikan dampak yang berarti,” katanya. 

Acara ini juga menekankan pentingnya inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi hijau di kawasan.

Lee Young-jick, Kepala ASEAN-ROK Financial Cooperation Centre, menyoroti perlunya integrasi yang lebih kuat antara faktor-faktor pendukung utama.

“Memperkuat keterkaitan antara teknologi, keuangan, dan kebijakan akan menjadi kunci untuk mempercepat keberhasilan transisi hijau di Kawasan ASEAN,”

BACA JUGA:TMII Rayakan 51 Tahun, Pelestarian Budaya Berdampak ke Masyarakat dan UMKM

Seminar ini menjadi platform strategis untuk dialog dan pertukaran pengetahuan, yang mencakup sesi pembukaan, talk show interaktif, serta presentasi dari para ahli dan praktisi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: