Efek Domino Kenaikan Harga BBM dan LPG Non Subsidi, Ancam Daya Beli Masyarakat

Rabu 29-04-2026,08:05 WIB
Reporter: Tim Lipsus |
Efek Domino Kenaikan Harga BBM dan LPG Non Subsidi, Ancam Daya Beli Masyarakat

Dalam menghadapi dampak dari kenaikan harga dua bahan pokok tersebut, Vice Presiden Pertamina Muhammad Baron juga mengungkapkan bahwa Pertamina hingga kini juga secara aktif mendorong optimalisasi produksi dalam negeri-dok Disway-

Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak secara langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegasnya. 

Ia menilai, meskipun keputusan kenaikan BBM nonsubdisi tersebut terasa mendadak bagi masyarakat, dalam konteks tertentu kenaikan harga BBM memang menjadi langkah yang tidak mudah dihindari.

“Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah. Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik,” tambah Politisi Fraksi PKB itu

Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemerintah untuk menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada masyarakat. 

Menurutnya, transparansi terkait ketersediaan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan tersebut

“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” lanjutnya.

Harga LPG 12 Kg Naik Tipis, Pangkalan Tahan Tarif ke Konsumen demi Jaga Pelanggan

Kenaikan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kilogram (kg) mulai terasa di tingkat pangkalan.

Meski belum memicu gejolak permintaan maupun kelangkaan stok, pelaku usaha di level bawah kini menghadapi dilema: menaikkan harga ke konsumen atau menahan margin agar pelanggan tidak beralih.

Pantauan disway.id di salah satu pangkalan elpiji di kawasan Gandaria, Jakarta Timur, menunjukkan pasokan LPG justru dalam kondisi aman.

Bahkan, distribusi disebut melimpah alias over supply, jauh dari isu kelangkaan yang ramai dibicarakan publik.

Anak pemilik pangkalan elpiji, Afifah mengungkapkan bahwa stok LPG 3 kg subsidi maupun tabung 12 kg nonsubsidi saat ini masih stabil.

"Kalau dibilang langka, sejauh ini enggak ada. Malah di pangkalan sini bisa dibilang banjir kiriman. Jadi stok aman," ujar Afifah saat ditemui disway.id pada Selasa, 21 April 2026.

Namun di balik pasokan yang aman, Afifah mengakui harga beli LPG 12 kg dari distributor mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: