Banggar DPR RI Bantah APBN 2026 Jebol: Defisit Diprediksi Tetap Aman
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah merespon isu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dalam kondisi terancam jebol-Disway.id/Anisha Aprilia-
Meski demikian, ia menekankan pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan belanja negara sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan harus diperkuat karena menopang lebih dari 63 persen PDB nasional dan menyerap mayoritas tenaga kerja.
BACA JUGA:Evaluasi LKPJ Disorot, DPRD Tekankan Rekomendasi untuk Perbaikan RKPD 2027
Karena itu, Said meminta pemerintah segera menghadirkan program quick win yang mampu membangkitkan sektor-sektor produktif tersebut agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.
"Untuk itu, pemerintah perlu program quick win yang terukur untuk membangkitkan industri, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan. Program pintas, yang hasilnya bisa dipetik efek multipayernya di tahun ini, namun tetap bagian dari milestone pembangunan jangka panjangnya," ungkapnya.
"Sebab jika tanpa dukungan ini, kita akan sulit mendapatkan tambahan kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang mampu menyerap lapangan kerja di sektor formal lebih banyak, sementara tekanan eksternal tak menentu, tanpa kepastian waktu dan situasi,"tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: