Program Biodiesel Efektif Tekan Impor BBM dan Perbaiki Neraca Perdagangan Energi

Senin 13-04-2026,08:00 WIB
Program Biodiesel Efektif Tekan Impor BBM dan Perbaiki Neraca Perdagangan Energi

Program Biodiesel Efektif Tekan Impor BBM dan Perbaiki Neraca Perdagangan Energi--Ist

JAKARTA, DISWAY.ID - Kebijakan mandatori biodiesel memiliki peran strategis dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rhenald Kasali mengatakan bahwa kebijakan mandatori biodiesel memiliki potensi besar sebagai substitusi solar.

Hal tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri serta kesiapan teknologi pengolahan yang relatif matang.

"Program biodiesel memang efektif menekan impor solar dan memperbaiki neraca perdagangan energi melalui pengurangan impor solar secara signifikan. Program itu bisa menghemat devisa hingga US$8-10 miliar per tahun," katanya di Jakarta pada Senin, 13 April 2026.

Rhenald Kasali mengharapkan tata kelola industri kelapa sawit yang baik guna mendukung keberlanjutan program biodiesel.

BACA JUGA:BBM Biodiesel B50 Dipakai Mulai 1 Juli 2026, Apa Aja Sih Keunggulannya?

Hal tersebut mencakup upaya pencegahan deforestasi, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Ia juga mengharapkan, program biodiesel mampu meminimalkan potensi konflik antara kebutuhan pangan dan energi (trade-off fuel-food).

"Perlu diingat, sawit bukan produk homogen untuk energi. Peningkatan alokasi crude palm oil (CPO) ke energi dapat mengurangi pasokan pangan yang memicu kesulitan bagi substitusi dapur, yaitu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng," ingatnya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, yang mengatakan bahwa pengembangan bioenergi melalui kebijakan mandatori biodiesel berkontribusi besar dalam menurunkan impor BBM berbasis fosil.

Tungkot merinci, Indonesia secara konsisten mengembangkan program mandatori biodiesel mulai dari B1 hingga B50 yang ditargetkan pada Juli 2026 mendatang.

BACA JUGA:Kembangkan Biodiesel dari Minyak Ikan, Siswa Asal Jateng Menang AHM Best Student 2025

Program tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor solar hingga sekitar 50%.

Penerapan biodiesel B40 telah menurunkan impor solar dari 8,3 juta kiloliter pada tahun 2024 menjadi 5 juta kiloliter pada 2025, atau berkurang 3,3 juta kiloliter.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: