Kronologi Restoran Pagi Sore Digugat Netizen Malaysia, Bermula Salah Tuduh Pelanggan Belum Bayar?

Senin 18-05-2026,12:50 WIB
Kronologi Restoran Pagi Sore Digugat Netizen Malaysia, Bermula Salah Tuduh Pelanggan Belum Bayar?

Restoran Pagi Sore Viral di Media Sosial, Netizen Malaysia Tuntut Permintaan Maaf [email protected]

JAKARTA, DISWAY.ID - Restoran masakan Padang Pagi Sore tengah menjadi sorotan publik setelah ramai dibicarakan di media sosial.

Restoran Padang Pagi Sore tersebut viral usai muncul kabar dugaan kesalahpahaman pembayaran yang melibatkan rombongan wisatawan asal Malaysia.

Kabar viral tersebut bahkan sampai memicu seruan boikot dari sejumlah warganet Malaysia terhadap restoran Pagi Sore, khususnya cabang di kawasan PIK.

Viralnya restoran Pagi Sore tersebut mulai diperbincangkan setelah akun Twitter @sicupuh mengunggah cerita terkait polemik itu pada Minggu, 17 April 2026.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sejumlah wisatawan Malaysia kecewa dan berencana memboikot restoran Pagi Sore karena merasa difitnah tidak membayar makanan yang telah dikonsumsi.

BACA JUGA:Viral Model Ansy Jan De Vries Dibegal di Kebon Jeruk, Polisi Buka Suara

“Rame diskursus turis dari Malaysia pada mau boikot Pagi Sore terutama di PIK karena fitnah nggak bayar,” tulis akun tersebut.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @ainmyunus yang menceritakan pengalaman rombongannya saat makan di restoran Pagi Sore.

Dalam unggahan itu, ia mengingatkan wisatawan agar selalu menyimpan nota pembayaran ketika bepergian untuk menghindari kesalahpahaman.

Menurut penuturannya, rombongan tersebut makan di restoran Pagi Sore pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB dengan total tagihan mencapai Rp907.500.

Dua hari setelahnya, tepatnya pada 16 Mei 2026, rombongan tersebut mendapat pertanyaan dari sopir travel yang mereka gunakan selama berada di Indonesia.

BACA JUGA:VIRAL Model Profesional Ansy Jan De Vries Diduga Jadi Korban Begal di Kebon Jeruk, Kondisi Kritis?

Sopir travel itu disebut menyampaikan bahwa pihak restoran mempertanyakan pembayaran makanan dan bahkan disebut akan memviralkan kejadian tersebut karena menganggap pelanggan belum menyelesaikan transaksi.

Karena kejadian itu baru disampaikan dua hari kemudian, wisatawan asal Malaysia tersebut mengaku sempat kesulitan mencari nota pembayaran.

Akan tetapi mereka pada akhirnya menunjukkan bukti transaksi pembayaran menggunakan kartu sebagai tanda bahwa pembayaran telah dilakukan.

Setelah dilakukan pencarian lebih lanjut, nota pembayaran akhirnya berhasil ditemukan. Pihak manajemen restoran kemudian disebut mengakui adanya miskomunikasi terkait transaksi rombongan wisatawan tersebut.

Meski demikian, polemik telanjur viral di media sosial. Akun Instagram @pagisoreid pun langsung dibanjiri komentar dari netizen Malaysia yang meminta pihak restoran menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kesalahpahaman tersebut.

BACA JUGA:The Power of Viral, 13 Kasus Curanmor dan Pencurian dengan Kekerasan Terungkap Berkat Bantuan Netizen

“Dimana pernyataan maaf mu? Unggah pernyataannya disini! Guys Malaysians banyak lagi nasi padang yang enak kamu bisa pergi ke @rindurasaasia @padangmerdeka @simpangraya,” tulis akun @hrzynv.

Komentar lain juga datang dari akun @the_bumblebee11 yang menyoroti dampak dari tuduhan tersebut terhadap pelanggan.

“Hayoloh diserbu netizen Malaysia, di mana permintaan maafmu terhadap customer yang dirugikan tersebut wahai Pagi Sore,” tulisnya.

Bahkan, beberapa akun lain mulai menyerukan aksi boikot terhadap restoran tersebut.

“Boikot! No more Malaysian tourist,” tulis akun @orkedbyazurabohari.

Awareness untuk siapa yang pergi travel luar negara. Simpan resit

Pagi sore, ingat pelancong Malaysia ni perangai macam segelintir negara dia ke ???? pic.twitter.com/DgIqbktyyZ

— ???????? (@localrkyt) May 17, 2026

Hingga kini, polemik restoran Pagi Sore dan wisatawan Malaysia masih ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus dugaan ini juga menjadi pengingat penting bagi pelanggan maupun pelaku usaha kuliner untuk selalu menyimpan bukti transaksi demi menghindari kesalahpahaman yang bisa berdampak luas di era digital.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait