Nilai Tukar Rupiah Hari ini 19 Mei 2026 Kembali Melemah di Tengah Tekanan Global, Ini Dampak Bagi Masyarakat
Merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu sentimen negatif pasar. --pinterest
JAKARTA, DISWAY.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolas AS kembali melemah hari ini Selasa, 19 Mei 2026.
Saat ini, nilai tukar rupiah berada di level sekitar Rp17.655 per dolar AS jauh dari target nilai tukar rupiah yang dipatok Rp16.500 per dolar AS.
Selisih ini bukan merupakan angka kecil jika tekanan terus berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Nilai tukar ini menjadikan rupiah berada di posisi terlemahnya dalam sepanjang tahun.
BACA JUGA:Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, BI Ungkap Kelebihan dari Cadangan Devisa
Lemahnya nilai tukar rupiah ini dipengaruhi berbagai faktor mulau dari meningkatnya ketegangan geopolitik hingga ekspetasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat sehingga menekan mata uang Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama.
Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter.
Ia juga menyampaikan BI akan melakukan pendekatan volatilitas nilai tukar rupiah untuk mengukur stabilitas rupiah.
Pengukuran ini dilakukan dengan rolling average 20 hari dan standar deviasi pengerakan kurs.
BACA JUGA:Diduga Efek Rupiah Melemah, Pedagang Hewan Kurban Meringis Penjualan Turun
"Menjadi mandat adalah stabilitas nilai tukar, bukan level nilai tukar. Karena itu pendekatan yang kami gunakan adalah volatilitas nilai tukar. Kami mengukurnya menggunakan rolling average 20 hari" kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Lebih lanjut, Perry juga menyampaikan volatilitas rupiah secara year to date berada dikisaran 5,4 persen dan dinilai masih tergolong relatif stabil.
Pemerintah bersama Bank Indonesia masih menunjukkan optimisme terhadap perekonomian nasional di tengah tekanan global yang belum mereda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: