Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Usai Terseret Dugaan Suap SGD 213.600

Jumat 22-05-2026,19:19 WIB
Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Usai Terseret Dugaan Suap SGD 213.600

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait isu Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyusul dugaan penerimaan uang dari perusahaan PT Blueray Cargo.-Foto: Anisha Aprilia/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait isu Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyusul dugaan penerimaan uang dari perusahaan PT Blueray Cargo.

Purbaya mengaku siap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Dirjen apabila terbukti bersalah.

“Saya akan ikutin perintah Bapak Presiden,” kata Purbaya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026.

BACA JUGA:IHSG Bangkit dan Ditutup Hijau, Purbaya: Investor Mulai Paham

Purbaya mengatakan nasib Dirjen akan diumumkan pada pekan depan. “Ya kita lihat minggu depan ya,” jelasnya.

Sebagai informasi, dugaan penerimaan suap ini terungkap dalam sidang kasus suap impor di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan  agenda pemeriksaan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, Orlando Hamonangan atau Ocoy di PN Tipikor, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam sidang teraebut, Jaksa KPK mengungkap dugaan penerimaan uang sebesar SGD 213.600 oleh Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dari PT Blueray Cargo dalam sidang kasus suap impor di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam sidang itu, jaksa juga mengungkap adanya kode amplop nomor 1 yang diperuntukkan bagi Dirjen Bea Cukai. Ocoy mengatakan amplop kode 1 itu diberikan kepada mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Rizal.

BACA JUGA:Bawa Angin Segar, Purbaya Sebut Danantara DSI Bisa Dongkrak IHSG

Mulanya, penasihat hukum terdakwa dari pihak Blueray, Dinalara Butar Butar, bertanya kepada Ocoy siapa yang memegang amplop kode 1 tersebut.

"Yang 1 tadi, Pak Jaksa bilang ada menyebut nama Pak Djaka, itu siapa yang pegang?" tanya penasihat hukum.

"Maaf, Bu, saya bukanya... saya nggak tahu punya siapa nomor satu itu," jawab Ocoy.

Dinalara kemudian bertanya kepada Ocoy amplop kode 1 diberikan ke mana. Ocoy menjawab amplop itu dia berikan kepada Rizal yang kini tercatat sebagai tersangka penerima suap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: