Mengenal Cahaya Manthovani, Jebolan Kyungsung University Korea yang Aktif Dorong Industri Kreatif

Minggu 24-05-2026,17:01 WIB
Mengenal Cahaya Manthovani, Jebolan Kyungsung University Korea yang Aktif Dorong Industri Kreatif

Cahaya Manthovani, lulusan Kyungsung University, Korea Selatan, yang aktif mendorong lahirnya berbagai inisiatif di bidang industri kreatif sekaligus menghadirkan dampak sosial melalui beragam kegiatan yang digagasnya.--Dok pribadi

JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif Indonesia, muncul sosok muda yang menarik perhatian lewat perpaduan kreativitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Dia adalah Cahaya Manthovani, lulusan Kyungsung University, Korea Selatan, yang aktif mendorong lahirnya berbagai inisiatif di bidang industri kreatif sekaligus menghadirkan dampak sosial melalui beragam kegiatan yang digagasnya.

Di usia 26 tahun, Cahaya dipercaya memimpin sejumlah agenda nasional melalui PT Navaswara Bhuwana Kencana.

BACA JUGA:Perkuat Aksi Iklim, Proyek Metana ASEAN-Republik Korea Resmi Memulai Langkah di Indonesia

Tak hanya menghadirkan event berskala besar, ia juga dikenal membawa pendekatan yang menempatkan budaya, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap program yang dijalankan.

“Semua berawal dari mengikuti alur hidup. Sebagai lulusan architectural design di Korea Selatan, yaitu negara yang sangat mendorong kreativitas, saya belajar banyak dari mereka. Dunia industri kreatif adalah awal mula saya menjejaki karier,” ujar Cahaya Manthovani.

“Dari awal industri kreatif sudah ada di dalam jiwa saya, tapi kalau event adalah sesuatu yang mengikuti alur hidup. Dengan saya mengerjakan setiap pekerjaan dengan komitmen yang tinggi, Alhamdulillah orang-orang percaya terhadap saya,” lanjutnya.

BACA JUGA:Nikmati Ayam Korea Halal, Kyochon Chicken Indonesia Hadirkan Giveaway Liburan ke Korsel

Beberapa agenda nasional yang sukses dipimpin Cahaya antara lain Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025, Inklusiland 2025, ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026, hingga Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026.

Di tangan Cahaya, event bukan hanya panggung hiburan atau seremoni. Ia menjadikannya medium untuk membangun percakapan publik mengenai budaya, inklusivitas, hingga pemberdayaan masyarakat.  

Pendekatan tersebut membuat Navaswara berkembang sebagai creative movement yang menghadirkan pengalaman sekaligus makna.

“Ketika ingin membuat sebuah event, kita sendiri harus tahu betul tujuan utamanya itu apa. Efeknya apa? Apakah hanya berguna untuk sendiri atau bisa menginspirasi orang banyak?” kata Cahaya.

BACA JUGA:Drakor Terbaru Teach You a Lesson Tayang 5 Juni 2026 di Netflix, Angkat Isu Dunia Pendidikan di Korea Selatan

“Contoh, Suara Nusantara. Saya menginisiasi acara ini karena melihat semua orang kebanyakan sibuk bermain dengan gadgetnya sendiri. Ketika diminta untuk presentasi atau bersosialisasi, lebih banyak yang mundur atau gugup,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: