Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, 1 Kursi Bisa Diperebutkan 2 Siswa
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan dibukan pada Juni 2026, namun sudah ada kekhawatiran orangtua murid jelang pendaftaran dan seleksi.-Dok. Disway-
Orangtua milenial dan Gen-Z akan menghadapi tantangan baru. Dalam sepekan ke depan dunia pendidikan akan masuk Tahun Ajaran baru 2026/2027. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pun akan dibuka. Tepatnya mulai Juni 2026.
Mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Akhir/Kejuruan (SMA/SMK) akan menyambut berbagai dinamika. Tantangannya adalah jumlah kuota yang terbatas.
Sebagai acuan, berdasarkan data Dapodikdasmen dan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta tahun 2026, pada Mei 2026 diperkirakan ada ratusan ribu siswa baru lulus di tingkat SMP, SMA dan SMK.
BACA JUGA:Syarat dan Cara Daftar SPMB Sekolah Maung Dibuka 25 Mei 2026, Catat Jangan sampai Salah!
Jumlah siswa lulusan tingkat SMP di Jakarta diperkirakan mencapai 150.000 sampai 160.000 siswa. Kemudian di tingkat SMA sekitar 80.000-90.000 siswa diperkirakan lulus. Sedang di tingkat SMK jumlah siswa yang lulus diperkirakan mencapai 70.000-75.000 siswa.
Nah, selama bertahun-tahun, proses pendaftaran dan seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi selalu menjadi momen yang krusial bagi dunia pendidikan Indonesia.
Kendati begitu, tidak hanya persaingan ketat saja yang mewarnai proses seleksi ini. Nyatanya, sejumlah daerah masih harus dihadapkan dengan berbagai keterbatasan.
Contohnya seperti keterbatasan kuota sekolah negeri, yang saat ini masih sering ditemui oleh para orangtua dan anak murid di berbagai wilayah. Di Jakarta, estimasi daya tampung sekolah negeri dari tingkat SMP ke SMA/SMK hanya 70.000 hingga 75.000 kursi. Rasio perbandingannya 1:2, atau satu kursi bisa diperebutkan oleh dua calon siswa.
BACA JUGA:TKA Fleksibel di SPMB, Pemerintah Tekankan Keadilan Akses
Belum lagi siswa yang baru lulus SMA/SMK yang sudah memiliki rencana ke tingkat perguruan tinggi, sasaran utama adalah Universitas Negeri (PTN).
Namun estimasi kuotanya diperkirakan hanya 25.000 sampai 30.000 kursi. Rasio perbandingannya semakin besar, 1:6 atau satu kursi bisa diperebutkan oleh enam calon mahasiswa baru.
Itu baru di Jakarta, di kawasan pinggiran Ibu Kota seperti Depok, Jawa Barat tak kalah menarik. Fenomena keterbatasan kuota kursi di tiap sekolah berbeda-beda.
Melansir data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per Januari 2026, tercatat sebanyak 34.522 siswa kelas 6 SD Negeri di Kota Depok yang diperkirakan akan lulus pada tahun 2026 ini.
Dengan jumlah sebanyak itu, pertanyaan mengenai ketersediaan kuota pun turut menjadi kekhawatiran banyak pihak, terutama untuk calon pendaftar. Pasalnya, kuota atau daya tampung SMP dan MTS Negeri pada tahun 2026 diperkirakan hanya akan mampu menerima sebanyak 11.700 murid baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: