COMPUTEX 2026: Synology Hadirkan Solusi Data Terintegrasi untuk Infrastruktur Bisnis Modern

Selasa 09-06-2026,21:28 WIB
Reporter: M. Ichsan |
COMPUTEX 2026: Synology Hadirkan Solusi Data Terintegrasi untuk Infrastruktur Bisnis Modern

Salah satu sorotan utama Synology di COMPUTEX 2026 adalah generasi berikutnya dari DSM yang dirancang untuk mendukung kebutuhan enterprise dan kesiapan AI. -Istimewa-

Menjawab Tantangan Bisnis Indonesia

Menurut Clara Hsu, Indonesia Country Manager di Synology, rangkaian solusi yang ditampilkan di COMPUTEX 2026 memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan bisnis di Indonesia. 

Pertumbuhan data yang semakin cepat, risiko ransomware, serta kebutuhan deployment surveillance yang lebih cerdas menjadi beberapa tantangan yang kini semakin banyak dihadapi perusahaan.

“Kami menantikan untuk membawa berbagai solusi dan fitur yang ditampilkan di booth COMPUTEX ke Indonesia, terutama PAS7700 untuk kebutuhan penyimpanan enterprise yang kritikal, DP7400 untuk perlindungan data modern, dan DVA7400 untuk surveillance video yang cerdas,” ujar Clara. 

“Ketiga solusi ini menjawab kebutuhan penting pasar lokal, mulai dari pertumbuhan data yang cepat, ketahanan terhadap ransomware, hingga penerapan surveillance yang lebih cerdas untuk bisnis.”

BACA JUGA:Tantangan Otonomi Daerah Makin Kompleks, Kemendagri Kebut Desain Besar Penataan Daerah

Clara menambahkan bahwa semakin luasnya portofolio Synology bertujuan untuk memberikan pilihan yang lebih sesuai bagi berbagai skenario bisnis. 

Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari mengelola data yang terus bertambah, melindungi workload penting, meningkatkan sistem pengawasan, hingga mendukung kolaborasi kerja yang lebih aman.

“Tujuan utama kami adalah melengkapi portofolio solusi Synology agar dapat mendukung lebih banyak kebutuhan bisnis di berbagai skenario,” jelas Clara. 

“Dengan ekosistem yang semakin luas, kami ingin membantu bisnis memilih solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka, bukan pendekatan one-size-fits-all.”

Modernisasi Infrastruktur Perlu Dimulai dari Kebutuhan Bisnis

Bagi perusahaan di Indonesia, modernisasi infrastruktur digital sering kali perlu mempertimbangkan banyak faktor sekaligus, mulai dari kebutuhan teknis, anggaran, kapasitas tim IT, hingga rencana pertumbuhan bisnis ke depan. 

BACA JUGA:Di Tengah Ketidakpastian Global, Bank Raya (AGRO) Tetap Optimistis Bisnis Digital Tumbuh Positif

Karena itu, modernisasi tidak seharusnya hanya dilihat sebagai upaya mengadopsi teknologi terbaru, tetapi sebagai proses memilih solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional dan prioritas bisnis.

Menurut Clara, solusi infrastruktur yang tepat perlu mampu mendukung fitur yang dibutuhkan saat ini, mudah dikelola oleh tim IT, serta tetap dapat diskalakan seiring pertumbuhan perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: