Kisah Warga Penerima Manfaat Program 3 Juta Rumah di Kota Kendari: Tak Lagi BAB di Laut
Berbagai kisah warga menunjukkan bagaimana akses terhadap rumah layak dan pembiayaan perumahan mampu meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, hingga kesejahteraan keluarga.-Dok. Bakom RI-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik hunian, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Berbagai kisah warga menunjukkan bagaimana akses terhadap rumah layak dan pembiayaan perumahan mampu meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, hingga kesejahteraan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom RI), Muhammad Qodari, dalam konferensi pers terkait Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Rabu (17/6).
BACA JUGA:Dukung Program 3 Juta Rumah, Negara Siapkan 129 Ribu Hektare Lahan
Salah satu cerita datang dari Jumadiah, warga kawasan pesisir Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Selama sekitar 10 tahun, ia hidup dalam keterbatasan tanpa akses listrik dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai.
Setiap hari, Jumadiah berjualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah suaminya mengalami stroke dan tidak lagi dapat bekerja secara normal.
Kondisi rumah yang tidak layak membuat aktivitas sehari-hari menjadi penuh tantangan. Ia harus mandi seadanya di depan dapur rumah, sementara untuk buang air kecil dan buang air besar (BAB) terpaksa dilakukan di laut.
Perubahan besar mulai dirasakan setelah rumahnya direnovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Kini, Jumadiah dan suaminya dapat menikmati rumah yang lebih layak, nyaman, lengkap dengan akses listrik dan fasilitas sanitasi yang memadai.
BACA JUGA:Program 3 Juta Rumah Jadi Penggerak Ekonomi, 185 Industri Ikut Terlibat
Terbantu cicilan ringan
Kisah serupa juga dirasakan Idayani, seorang ibu tunggal dengan empat anak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, ia dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan sambil menjalankan usaha laundry untuk menghidupi keluarga.
Melalui program KPR Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Idayani berhasil memiliki rumah sendiri di Perumahan Polinesia, Desa Wajipolat, Kecamatan Labuapi. Rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi keluarganya, tetapi juga menjadi lokasi untuk mengembangkan usahanya.
Menurut Idayani, skema FLPP dipilih karena menawarkan cicilan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan beban cicilan yang ringan, ia kini dapat mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik, termasuk memastikan keempat anaknya tetap mendapatkan pendidikan.
Bisa renovasi indekos
Dampak Program 3 Juta Rumah juga dirasakan pelaku usaha kecil di sektor perumahan. I Ketut Suwija, pengusaha indekos dan properti, memanfaatkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mengembangkan usahanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: