MPLS Ramah SMPN 8 Tangerang Selatan Tinggalkan Tradisi Perpeloncoan

Rabu 22-07-2026,09:54 WIB
Reporter: Fajar Ilman |
MPLS Ramah SMPN 8 Tangerang Selatan Tinggalkan Tradisi Perpeloncoan

Pemerintah menegaskan bahwa Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah harus berlangsung secara ramah, edukatif, inklusif, aman, serta bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun pungutan biaya yang diatur dalam Permendikdasmen Nom-dok disway-

"Ada satu ciri khas di SMP Negeri 8, di mana saat dimulainya MPLS Ramah, ada penyerahan anak dari orang tua ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan, bimbingan dan pelatihan yang dilakukan secara simbolis,” terangnya.

Pendekatan Humanis MPLS Ramah Tanpa Senioritas dari Pengurus OSIS


Program MPLS Ramah selain memberikan pengenalkan lingkungan sekolah, juga menjadi pintu masuk pembentukan karakter peserta didik melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S, Pagi Ceria, hingga literasi digital dan etika bermedia sosial-fajar ilman-

Tania Haira Muti selaku Ketua OSIS SMPN 8 Tangerang Selatan menyampaikan jika pihaknya memastikan praktek dalam MPLS Ramah ini berjalan dengan semestinya tanpa adanya praktek perudungan pada murid baru.

"Yang paling penting, kita membuat kegiatan semenarik mungkin sehingga tidak membosankan bagi para adik kelas yang baru saja memasuki jenjang SMP dan kami memastikan untuk tetap ramah seperti tema MPLS Ramah pada tahun ini," kata Tania.

Ia memastikan, tidak adanya sikap senioritas, dengan merangkul murid baru sebagai teman, di mana hal ini untuk menjaga suasana lingkungan sekolah tetap kondusif.

"Kami di sini melihat mereka (murid baru) sebagai teman dan bukan hanya sebagai junior. Kami merangkul mereka agar mereka tidak takut kepada kami dan mereka juga bisa menganggap kami teman," terangnya.

Meski demikian, Tania menegaskan adanya aturan yang harus diljalankan bagi peserta MPLS Ramah, mulai tidak menggunakan make up atau merias wajah, rambut, dan kuku tetap dipotong pendek serta rapi,” paparnya.

BACA JUGA:Abdul Mu’ti Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perundungan, Ancaman Bom Tak Ganggu Kegiatan

Tania menambahkan tidak ketinggalan cara berpakaian yang rapi dan menjaga sikap terhadap adik-adik MPLS Ramah, ke warga serta sekolah lainnya.

Tidak hanya itu, Tania juga menyampaikan adanya sanksi berupa pelaporan ke dewan pembina jika ada anggota OSIS yang kedapatan arogan pada siswa baru.

"Mungkin yang pertama akan saya tegur dulu, kalau masih melanjutkan tindakannya makan akan dilaporkan kepada pembina," tegasnya.

Selain itu, pihak OSIS juga memastikan program berjalan menarik dengan menghadirkan kegiatan interaktif seperti demo ekstrakurikuler dan tur sekolah untuk memicu antusiasme siswa baru.

"Sebenarnya tidak hanya di tahun ini, tapi biasanya anak-anak MPLS Ramah itu paling suka dengan kegiatan melihat demo ekskul. Lalu juga ada tur sekolah karena mereka mungkin kan baru di sini, mereka bersemangat, excited melihat kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah ini," ucapnya.

Respons Positif MPLS Ramah dari Siswa Baru

Pelaksanaan MPLS Ramah dengan pendekatan ramah anak ini terbukti efektif dalam menghindari rasa cemas siswa baru yang kerap dihantui rasa takut akan hari pertama sekolah.

Salah satu siswi baru, Zalva, mengaku sempat merasa khawatir sebelum kegiatan dimulai dan merasa takut tidak memiliki teman di sekolah barunya.

BACA JUGA:Wamendikdasmen Pastikan MPLS Ramah Bebas Perundungan di SMPN 57 Jakarta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: