Ekonom INDEF Sentil Pemerintah usai Survei SMRC: Program Masih Trial and Error, Anggaran Jor-joran!
Ilustrasi realisasi anggaran-pixabay-https://jambiindependent.disway.id/
Angka ini tergerus menjadi 66.4 persen pada Februari hingga Maret 2026, hingga turun ke 51.1 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, kelompok yang merasa kurang/tidak puas melonjak dari 16.0 persen pada November 2025 menjadi 46.9 persen pada Juli 2026.
"Yang merasa sangat atau cukup puas dengan kinerja Prabowo sebagai presiden sekitar 51.1 persen, sementara yang kurang dan tidak puas 46.9 persen, dan yang tidak tahu 2.1persen," demikian bunyi hasil survei SRMC.
BACA JUGA:Tanggapi Hasil Survei SMRC, Prabowo di Bawah Ganjar, Sekjen Gerindra Muzani: Santai Saja
Kondisi Ekonomi Nasional Sekarang
Penurunan kepuasan publik terhadap pemerintah sejalan dengan memburuknya penilaian masyarakat di tiga sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Dari sektor ekonomi saat ini, sebanyak 1,4 persen masyarakat menilai ekonomi Indonesia menilai sangat baik, 14.3 persen menilai baik, 33,9 persen menilai sedang, 37,9 persen menilai buruk, 11,5 sangat buruk dan 1,0 persen menjawab tidak tahu.
"Warga yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang baik dan sangat baik sekitar 15.7 persen, yang menilai buruk dan sangat buruk 49.4 persen, dan ada 33.9 persen yang menilai sedang saja dan yang tidak tahu 1 persen,"tulis dalam keterangan.
BACA JUGA:Pramono-Rano Melejit 46% Versi SMRC, Bang Doel Minta Ojol Menangkan Satu Putaran
Dalam 9 bulan terakhir, sentimen positif terhadap kondisi ekonomi nasional turun dari 40 persen di survei November 2025 menjadi 15.7 persen di survei terakhir 5-19 Juli 2026.
Sebaliknya, dalam periode yang sama, sentimen negatif naik dari 22.7 persen menjadi 49.4 persen.
"Sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi nasional di survei terakhir adalah yang tertinggi selama survei 7 tahun terakhir," terangnya.
BACA JUGA:Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Bersaing Ketat dalam Survei SMRC
Kondisi Politik Nasional
Penilaian terhadap iklim politik tanah air juga terus merosot.Kondisi saat ini, sebanyak 42.8 persen publik menganggap situasi politik buruk atau sangat buruk, sementara yang menilai baik hanya 13.5 persen.
Adapun 33.6 persen menganggapnya sedang, dan 10.2 persen memilih tidak menjawab.
Tren: Rasa optimis publik terhadap situasi politik merosot secara konsisten dari 35.8 persen pada November 2025, turun ke 26.1 persen pada awal tahun 2026, dan tersisa 13.5 persn pada Juli 2026. Sebaliknya, persepsi negatif melonjak dari 23.0 persen menjadi 42.8 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: