Perpres Ojol Hampir Rampung, Pemerintah dan Aplikator Pastikan Driver Bakal Lebih Sejahtera
Pemerintah klaim arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembagian tarif 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator telah mulai diterapkan di lapangan.-Istimewa-
Sementara itu dalam penuturannya, Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Hans Pakuwo menyampaikan bahwa PAM ini merupakan bentuk apresiasi kepada para mitra driver, yang nantinya akan mencakup penghargaan bulanan, tahunan, serta penghargaan atas masa kemitraan 5 dan 10 tahun.
Selain itu, Hans juga menambahkan bahwa perluasan program PAM ini sendiri merupakan bentuk tindakan lanjutan Gojek dari kebijakan komisi 8 persen untuk layanan GoRide, yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 lalu.
"Meskipun penyesuaian ini tidak mudah dan membawa tantangan tersendiri, kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan apresiasi terbaik bagi seluruh Mitra Driver," tutur Hans.
Tak hanya Gojek, Maxim juga mengklaim mulai merasakan dampak awal dari kebijakan komisi 8 persen. Namun, perusahaan menilai efektivitasnya masih perlu dievaluasi dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Ratusan Ojol Nobar Piala Dunia Bersama AHY, Kebersamaan Jadi Pesan Utama
Maxim Klaim Pendapatan Naik
Perusahaan transportasi daring Maxim mengklaim kebijakan penyesuaian komisi menjadi 8 persen pada layanan Maxim Bike mulai berdampak positif terhadap pendapatan mitra pengemudi.
Berdasarkan hasil pemantauan internal selama dua pekan sejak kebijakan tersebut diterapkan, rata-rata pendapatan mitra pengemudi disebut meningkat hampir 5 persen dibandingkan periode sebelum penyesuaian komisi berlaku.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan peningkatan pendapatan itu diperoleh melalui pengalokasian kembali anggaran perusahaan yang difokuskan untuk mendukung kesejahteraan mitra pengemudi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan masih perlu mengevaluasi dampak kebijakan tersebut dalam jangka panjang.
Sebab, perubahan alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk pengembangan layanan berpotensi memengaruhi operasional perusahaan.
Menurutnya, apabila pengembangan layanan terganggu, kondisi tersebut dapat berdampak pada tingkat permintaan layanan hingga peluang pendapatan jutaan mitra pengemudi di masa mendatang.
"Maxim memprioritaskan terjaganya stabilitas di seluruh lini bisnis, khususnya pada layanan transportasi penumpang. Fokus utama kami adalah meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai daerah melalui layanan transportasi penumpang roda dua. Kami juga mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan seluruh pihak, sehingga kami terus berupaya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan," jelas Dirhamsyah.
BACA JUGA:Ekonom Unair Sebut Potongan Komisi Ojol 8 Persen Perlu Dievaluasi Secara Berkala
Selain menerapkan kebijakan komisi 8 persen, Maxim menegaskan tetap memberikan berbagai bentuk dukungan kepada mitra pengemudi melalui subsidi dan insentif.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesejahteraan pengemudi sekaligus mendukung keberlanjutan industri transportasi online.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: