Di Balik Dinding

Di Balik Dinding

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-

Maka, sebelum sibuk memperkuat tembok rumah, mungkin kita lebih perlu memperkuat tembok nurani.

Sebab tembok yang terakhir itu tidak pernah membutuhkan semen, tidak memerlukan arsitek, dan tidak bisa dibongkar oleh siapa pun—kecuali oleh pemiliknya sendiri.

Esai ini dapat dibuat lebih "menggigit" lagi dengan gaya satir yang lebih kental ala Gus Dur dan Iwan Fals—lebih banyak permainan ironi, dialog imajiner, serta metafora yang mengundang tawa sekaligus membuat pembaca merenung.

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: