Di Balik Dinding

Di Balik Dinding

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-

"Kalau uang sebanyak itu disusun, mungkin cicilan motor saya ikut malu."

Humor memang menjadi cara rakyat bertahan.

Sebab kalau semua dipikirkan terlalu serius, tekanan darah bisa lebih tinggi daripada harga cabai.

Akhirnya, setiap berita besar selalu meninggalkan satu pelajaran kecil.

Bahwa manusia bisa menyembunyikan apa saja di balik dinding.

BACA JUGA:Taxman di Era Modern: Saat Semua Aktivitas Terasa Berbayar

Tetapi tidak ada dinding yang cukup tebal untuk menyembunyikan hati nurani selamanya.

Cepat atau lambat, bukan palu yang merobohkannya.

Melainkan waktu.

Karena waktu adalah penyidik yang tidak pernah cuti.

Ia tidak mengenal hari libur.

Ia tidak menerima amplop.

Ia tidak bisa dinegosiasikan.

BACA JUGA:Kesehatan Mental Menjadi Pondasi Penting dalam Uncertainty Era

Dan ia selalu tahu, di balik dinding mana sebuah cerita sedang menunggu untuk ditemukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: