Di Balik Dinding

Di Balik Dinding

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-

Mengonversi kilogram emas menjadi berapa rumah subsidi, berapa sekolah, berapa kilometer jalan desa, atau berapa mangkuk bakso.

Orang Indonesia memang jenius dalam matematika sosial.

BACA JUGA:Selfie Dulu, Tuhan Nanti

Yang sulit bukan menghitung angka.

Yang sulit adalah memahami mengapa angka-angka sebesar itu bisa membuat seseorang masih merasa belum cukup.

Padahal nasi tetap hanya sepiring.

Kopi tetap secangkir.

Bantal tetap satu.

Kasur tetap sepanjang badan.

Tidak ada manusia yang tidur sambil memeluk tujuh koper.

BACA JUGA:Jejak Kaki di Kepala Kerbau

Kalaupun ada, kemungkinan besar bukan karena cinta, melainkan karena takut kehilangan.

Di sinilah tragedi kecil manusia modern.

Kita tidak lagi mengumpulkan harta untuk hidup.

Kadang kita hidup hanya untuk mengumpulkan harta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: