Saat Bali Tertarik Pelajari Obligasi Daerah ke DKI Jakarta

Rabu 05-08-2026,06:14 WIB
Saat Bali Tertarik Pelajari Obligasi Daerah ke DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Bali I Wayan Koster-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur Bali Wayan Koster mulai menjajaki skema pembiayaan kreatif (creative financing) melalui wacana penerbitan obligasi daerah.

Langkah strategis ini dibahas saat menggelar pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (4/8/2026).

Pertemuan lintas daerah tersebut turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa demi menggali alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur di luar APBD.

BACA JUGA:Bali Berguru ke DKI soal Obligasi Daerah, Ada Skema Rp3,5 Triliun

Koster menerangkan, audiensi ini merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan Menteri Dalam Negeri agar Bali melakukan studi komparasi ke DKI Jakarta terkait strategi pembiayaan inovatif.

"Bersyukur dapat beraudiensi dengan Bapak Gubernur DKI Jakarta. Kami mendapat arahan dari Menteri Dalam Negeri untuk melakukan studi ke Jakarta terkait dengan creative financing, salah satunya melalui penerbitan obligasi daerah," ujar Koster.

Selain obligasi daerah, pembahasan ketiga kepala daerah tersebut juga mengupas pemanfaatan tata ruang melalui skema Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L) yang telah diterapkan Pemprov DKI Jakarta.

Koster menilai, sejumlah terobosan kebijakan dari Jakarta sangat potensial diadopsi untuk mendukung pembangunan di Pulau Dewata, khususnya dalam urusan tata ruang udara hingga kemitraan infrastruktur pariwisata.

"Ada beberapa hal yang bisa diterapkan di Bali, terutama mengenai pemanfaatan ruang udara, ketinggian bangunan, serta kerja sama dengan pihak swasta dalam mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas pariwisata Bali," terangnya.

BACA JUGA:Pakar Nilai Rencana Obligasi Daerah Jakarta Rp3,5 Triliun Langkah Tepat

Hasil audiensi ini bakal segera dikaji secara mendalam oleh tim teknis Pemprov Bali agar bisa dirumuskan ke dalam regulasi berupa peraturan daerah maupun peraturan gubernur.

Dorong Pembiayaan Out of the Box

Menanggapi kunjungan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya pemerintah daerah beralih dari skema anggaran konvensional demi menjawab tantangan keterbatasan APBD saat ini.

"Dalam situasi ekonomi seperti saat ini, kita menghadapi tantangan dalam meningkatkan APBD. Kita tidak bisa terpaku pada pola konvensional, tetapi harus berpikir out of the box," ungkap Pramono.

Pramono mengapresiasi langkah Bali dan membuka ruang berbagi pengalaman terkait skema KLB serta SP3L yang selama ini sukses menopang pembangunan infrastruktur Jakarta.

Di sisi lain, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan bahwa masalah kemacetan di wilayah Badung Selatan menjadi beban utama infrastruktur pariwisata saat ini.

Pihaknya telah mulai membangun ruas jalan baru melalui pembiayaan kolaboratif bersama pihak ketiga. Namun, demi keberlanjutan sektor pariwisata Bali, Pemkab Badung sangat terbuka untuk memanfaatkan skema obligasi daerah sebagai opsi pendanaan baru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: