Daftar Kampus Terdampak Gempa NTT M7,7, Aktivitas Kuliah Tetap Berlanjut?
Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER Bajawa) melaporkan kerusakan ringan, sementara Politeknik ElBajo Commodus melaporkan kerusakan pada bagian plafon ruang belajar-mengajar di dalam gedung kampus.-tangkapan layar X@indepenSumatera-
JAKARTA, DISWAY.ID – Daftar kampus terdampak gempa NTT menjadi perhatian setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Lantas, bagaimana nasib aktivitas perkuliahan di kampus-kampus yang terdampak?
Kemdiktisaintek menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas bencana yang terjadi serta memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan seluruh sivitas akademika perguruan tinggi di wilayah terdampak.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam situasi bencana, sementara proses pendidikan perlu tetap dijaga melalui penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.
BACA JUGA:Aksi Nyata HUT ke-81 RI, Astra Kirim 5.000 Bantuan Sembako dan Starlink untuk Korban Gempa NTT
“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga bagian dari ekosistem masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan,” ujar Menteri Brian.
Kemdiktisaintek berkoordinasi dengan perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah XV, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk memastikan kondisi sivitas akademika dan perguruan tinggi di wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan yang telah diterima LLDIKTI Wilayah XV per 16 Agustus 2026, sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) telah menyampaikan informasi awal mengenai kondisi fasilitas kampus pascagempa.
BACA JUGA:Pimpin Upacara di Lokasi Gempa NTT, Menko PMK & BNPB Kawal 50 Ribu Paket Sembako Presiden
Daftar Kampus Terdampak Gempa
Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER Bajawa) melaporkan kerusakan ringan, sementara Politeknik ElBajo Commodus melaporkan kerusakan pada bagian plafon ruang belajar-mengajar di dalam gedung kampus.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat kepada seluruh pimpinan PTS dan badan penyelenggara untuk segera melakukan konsolidasi sivitas akademika sekaligus melakukan pemantauan situasi secara aktif.
Per 17 Agustus 2026, sejumlah perguruan tinggi di NTT telah mengambil bagian dalam penanganan dampak gempa. Sejumlah posko perguruan tinggi terpantau aktif, yakni Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere, STIPER Bajawa, dan Universitas Nusa Cendana (Undana).
BACA JUGA:Percepat Pemulihan, BAZNAS Mobilisasi Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Korban Gempa NTT
Relawan mahasiswa yang berada di wilayah tidak terdampak juga turut mengambil bagian dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: