Lulusan Kampus Unsurya Siap Bersaing di Industri, Bukan Cuma Kuliah dan Kejar IPK

Sabtu 05-09-2026,17:41 WIB
Lulusan Kampus Unsurya Siap Bersaing di Industri, Bukan Cuma Kuliah dan Kejar IPK

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) pun mendorong mahasiswa untuk memiliki keterampilan terapan dan kemampuan beradaptasi agar siap bersaing di industri. --Unsurya

JAKARTA, DISWAY.ID – Dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki bekal lebih dari sekadar ijazah dan nilai akademik.

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) pun mendorong mahasiswa untuk memiliki keterampilan terapan dan kemampuan beradaptasi agar siap bersaing di industri. 

Sebagai bagian dari upayanya dalam menghadapi perubahan masif dalam perkembangan teknologi dan otomatisasi industri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menjalin kerjasama dengan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU).

BACA JUGA:Bukan Cuma Unsoed dan Unila, Praktik Korupsi Pengkondisian Mahasiswa Baru Diduga Marak di Kampus Negeri Lain

Ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi bersama Rektor Unsurya Sungkono, jalinan kerjasama tersebut sendiri juga mencakup rencana penguatan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, yang ditujukan sebagai penguatan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.

"Lembaga pendidikan juga perlu membekali mahasiswa dengan keterampilan terapan, kemampuan beradaptasi," tegas Cris kepada media, pada Sabtu 5 September 2026.

Selain itu, Cris menambahkan, langkah ini sendiri juga diambil sebagai bagian dari upaya Kemnaker dalam memperkecil kesenjangan kualifikasi (mismatch) yang kerap dialami para lulusan saat berupaya menembus pasar kerja.

BACA JUGA:Buntut OTT Rektor Unsoed Terkait Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Bidik Kampus Negeri Lain

Pasalnya, kedua pihak juga turut sepakat mengolaborasikan sejumlah bidang strategis.

Ruang lingkupnya mencakup pengembangan kompetensi SDM, pemanfaatan sistem informasi pasar kerja, hingga penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi profesi.

"Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial penandatanganan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat nyata," tegas Cris.

BACA JUGA:UNSIA Ukir Sejarah di Wisuda Ke-5, Bidik Posisi Kampus AI Bertaraf Global

Sementara itu, kemitraan ini sendiri nantinya juga akan turut memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara praktisi dan akademisi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait