Ketika Pemanfaatan AI Makin Serius, Apakah Semua Workload Harus Dibawa ke Cloud?
Ilustrasi Cloud: ketika AI mulai menjadi bagian penting dari operasional perusahaan, muncul pertanyaan yang lebih kompleks: di mana seharusnya AI workload dijalankan?--Dibuat dengan AI
JAKARTA, DISWAY.ID — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia mulai memasuki fase baru.
Jika sebelumnya AI banyak digunakan sebatas eksperimen dan membantu pekerjaan sehari-hari, kini teknologi tersebut mulai masuk lebih dalam ke operasional perusahaan.
AI digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari customer service, fraud detection, analitik, otomasi proses bisnis, hingga pengembangan produk dan layanan digital.
Perubahan tersebut berjalan beriringan dengan semakin besarnya ekonomi digital Indonesia.
BACA JUGA:Perkuat Artificial Intelligence di Indonesia, Telkom Bersama IBM Kokohkan Kemitraan Strategis
Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia hampir mencapai US$100 miliar pada 2025, tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi digital itu turut meningkatkan kebutuhan perusahaan terhadap teknologi, data, cloud, dan infrastruktur komputasi yang mampu menopang pemanfaatan AI.
Investasi pada infrastruktur pun semakin besar. Microsoft, misalnya, telah mengumumkan investasi US$1,7 miliar selama empat tahun untuk membangun infrastruktur cloud dan AI di Indonesia.
BACA JUGA:Nadiem Makarim: Jurnalis Masa Kini Harus Bersaing dengan Artificial Intelligence
Namun, ketika AI mulai menjadi bagian penting dari operasional perusahaan, muncul pertanyaan yang lebih kompleks: di mana seharusnya AI workload dijalankan?
Chief Operating Officer LG Sinar Mas (LGSM) Ariawan mengatakan perusahaan perlu mulai memikirkan infrastruktur secara serius ketika penggunaan AI bergeser dari tahap eksperimen menuju operasional yang melibatkan data proprietary atau informasi rahasia perusahaan.
“Ketika AI sekadar dipakai sebagai tools, seperti menggunakan aplikasi generatif publik untuk membuat draf email atau brainstorming, infrastruktur bawaan dari penyedia layanan sudah cukup,” ujarnya dalam sesi wawancara dengan media.
Namun, kondisinya berbeda ketika AI mulai terintegrasi dengan core system perusahaan.
BACA JUGA:PLN Perluas Penggunaan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: