Gedung Makin Canggih tapi 30 Persen Energinya Masih Terbuang, Schneider Electric Punya Solusi

Sabtu 29-08-2026,23:05 WIB
Gedung Makin Canggih tapi 30 Persen Energinya Masih Terbuang, Schneider Electric Punya Solusi

Schneider Electric melihat transformasi tersebut sebagai kebutuhan untuk mengubah cara bangunan beroperasi.--Schneider Electric

Namun, sekitar 95,5 persen data yang telah dikumpulkan di industri tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sinilah teknologi cerdas mulai memainkan peran penting.

Alih-alih sekadar mengandalkan pemeriksaan manual, pengelola gedung kini dapat memanfaatkan sistem yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai perangkat secara real-time.

Data konsumsi energi, kondisi kelistrikan, HVAC, pencahayaan hingga sistem utilitas dapat dipantau dalam satu ekosistem.

BACA JUGA:MPMInsurance Bayar Klaim Properti Rp1,2 Miliar Imbas Banjir di Balajara, Tegaskan Komitmen Perlindungan

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) di Indonesia.

Melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2023 tentang Bangunan Gedung Cerdas, bangunan cerdas didefinisikan sebagai Bangunan Gedung Hijau yang dilengkapi sistem manajemen gedung pintar yang terintegrasi dan otomatis.

Konsepnya tidak berhenti pada otomasi. Konektivitas, manajemen energi terpadu, keamanan siber, analitik data dan machine learning, hingga pemantauan berkelanjutan menjadi bagian dari ekosistem bangunan cerdas.

Dorongan menuju efisiensi juga semakin kuat melalui regulasi lainnya. Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi mewajibkan penerapan manajemen energi pada sektor bangunan dengan konsumsi energi tertentu.

Di Jakarta, Pergub DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 juga mengatur efisiensi energi dan air pada sejumlah kategori bangunan.

BACA JUGA:Pos Properti Indonesia Gaspol 2026, Luncurkan Homy Nomad hingga Perumahan Milenial di Depok

Dengan demikian, gedung masa depan tidak cukup hanya terlihat modern.

Gedung dituntut mampu mengetahui bagaimana energi digunakan, menemukan titik pemborosan, merespons gangguan, sekaligus menjaga kenyamanan orang-orang yang berada di dalamnya.

Ketika Data Berubah Menjadi Tindakan

Schneider Electric melihat transformasi tersebut sebagai kebutuhan untuk mengubah cara bangunan beroperasi.

Melalui kampanye “Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien”, perusahaan mendorong pendekatan yang menggabungkan efisiensi, ketahanan, keberlanjutan, dan kebutuhan manusia dalam satu ekosistem.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: