Gedung Makin Canggih tapi 30 Persen Energinya Masih Terbuang, Schneider Electric Punya Solusi

Sabtu 29-08-2026,23:05 WIB
Gedung Makin Canggih tapi 30 Persen Energinya Masih Terbuang, Schneider Electric Punya Solusi

Schneider Electric melihat transformasi tersebut sebagai kebutuhan untuk mengubah cara bangunan beroperasi.--Schneider Electric

Pengelolaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kemudian dilengkapi dengan pemantauan real-time, peringatan otomatis, serta pendekatan pemeliharaan yang lebih proaktif.

Hasilnya mulai terlihat.

Total pengeluaran listrik rumah sakit turun 5 persen pada 2025. Penurunan tersebut sekaligus membalikkan tren kenaikan biaya listrik yang sebelumnya mencapai sekitar 9 persen per tahun.

BACA JUGA:KAI Properti Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan SMA, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Tidak hanya soal biaya, waktu respons teknis terhadap anomali juga menjadi 60 persen lebih cepat berkat sistem peringatan otomatis.

Yang tak kalah penting, rumah sakit mencapai 100 persen kepatuhan terhadap standar suhu dan kelembapan di ruang operasi.

Angka-angka tersebut menunjukkan satu hal: efisiensi energi tidak harus berhadapan dengan keandalan layanan.

Justru ketika data, otomasi, dan sistem kelistrikan terintegrasi, pengelola dapat mengetahui kondisi bangunan secara lebih cepat dan mengambil keputusan dengan lebih terukur.

BACA JUGA:Beli Properti di Gading Serpong Bisa Dapat BYD, Denza, hingga Emas, Ini Syaratnya

Bukan Sekadar Gedung Pintar

Tantangan bangunan masa kini pada akhirnya bukan sekadar bagaimana membuat gedung semakin canggih.

Ada empat tuntutan yang harus berjalan bersamaan: bangunan harus lebih efisien, tangguh menghadapi gangguan, berkelanjutan dalam penggunaan sumber daya, sekaligus tetap berorientasi pada manusia.

Aspek terakhir menjadi penting karena manusia menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan.

Maka, pembicaraan tentang teknologi bangunan sebenarnya bukan hanya tentang mesin, sensor, perangkat lunak, atau angka konsumsi listrik.

Di baliknya ada pertanyaan tentang bagaimana manusia dapat bekerja, belajar, berobat, beristirahat, dan beraktivitas di ruang yang lebih aman dan nyaman tanpa membebani lingkungan dengan pemborosan energi.

Schneider Electric menyebut pendekatan tersebut sebagai bangunan yang hyper-efficient, resilient, sustainable, dan people-centric.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: