Gedung Makin Canggih tapi 30 Persen Energinya Masih Terbuang, Schneider Electric Punya Solusi
Schneider Electric melihat transformasi tersebut sebagai kebutuhan untuk mengubah cara bangunan beroperasi.--Schneider Electric
Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif, mengatakan efisiensi energi tidak semata-mata berarti mengurangi konsumsi listrik.
“Efisiensi energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik, tetapi memastikan energi digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna,” ujarnya.
BACA JUGA:DADA Ungkap Strategi Kepemimpinan dan Inovasi Properti untuk Generasi Muda
Menurut dia, pendekatan tersebut membutuhkan integrasi antara data, sistem kelistrikan, otomasi, dan pengelolaan operasional bangunan.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Building Management System (BMS), yang memungkinkan berbagai sistem dalam gedung dipantau dan dikendalikan melalui satu platform.
Dengan pemantauan secara real-time, pengelola tidak harus menunggu sampai terjadi kerusakan atau pemborosan yang besar.
Anomali dapat diketahui lebih cepat sehingga tindakan korektif dapat dilakukan sebelum mengganggu operasional.
Konsep ini juga memungkinkan pengelola gedung melihat pola konsumsi energi dan menentukan bagian mana yang membutuhkan optimalisasi.
Dengan kata lain, teknologi tidak hanya membuat gedung “bisa melakukan sesuatu secara otomatis”, tetapi membantu manusia mengambil keputusan berdasarkan data.
BACA JUGA:KAI Properti Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan SMA, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Rumah Sakit Jadi Contoh Nyata
Gambaran mengenai manfaat pendekatan tersebut dapat dilihat dari implementasi Building Management System di SMC RS Telogorejo.
Rumah sakit memiliki tantangan yang berbeda dengan gedung perkantoran biasa.
Efisiensi energi memang penting, tetapi keandalan sistem menjadi hal yang tidak dapat ditawar karena sejumlah ruang dan perangkat memiliki fungsi kritis bagi pelayanan medis.
Di SMC RS Telogorejo, sistem BMS mengintegrasikan pemantauan utilitas kritis, termasuk HVAC, sistem kelistrikan, dan Uninterruptible Power Supply (UPS), dalam satu command center terpusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: