Karhutla di Teluk Bintuni, BNPB Kerahkan Penguatan Pemadaman

Minggu 30-08-2026,16:33 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Karhutla di Teluk Bintuni, BNPB Kerahkan Penguatan Pemadaman

BNPB juga memperkuat dukungan sarana pemadaman. Satu unit helikopter tipe Super Puma milik BP Berau Ltd. telah tiba di lokasi dan siap mendukung operasi.-Istimewa-

Kondisi tersebut menunjukkan kemungkinan masih adanya panas atau bara di bawah tutupan vegetasi sehingga pemantauan dan pemadaman berulang tetap diperlukan.

Secara kumulatif, operasi udara BNPB di Teluk Bintuni telah mencapai tiga sortie dengan total 69 kali water bombing atau sekitar 69 ribu liter air.

BNPB juga memperkuat dukungan sarana pemadaman. Satu unit helikopter tipe Super Puma milik BP Berau Ltd. telah tiba di lokasi dan siap mendukung operasi. 

BACA JUGA:Lirik Lagu Reservasi untuk Dua - Nadin Amizah Lengkap Maknanya, Cerita Hubungan Penuh Luka dan Kemarahan

Satu unit helikopter tipe Kamov juga dijadwalkan tiba untuk menambah kapasitas pemadaman dari udara.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Papua Barat, Teluk Bintuni merupakan salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar cukup signifikan dan berada di urutan kedua tertinggi di tingkat provinsi.

Dukungan penanganan mempertimbangkan perkembangan titik panas, akses menuju lokasi, karakteristik medan, serta kebutuhan pemadaman dari udara.

Hingga Jumat (28/8/2026), kondisi karhutla di sekitar wilayah operasi Tangguh LNG secara umum masih terkendali. 

Namun, titik panas dan asap tipis masih ditemukan sehingga pemantauan dan penanganan terus dilanjutkan.

BACA JUGA:1.436 Hotspot Muncul di Sumatera, Riau Catat 246 Titik, Hujan Buatan Dikerahkan

Secara keseluruhan, pantauan satelit NASA-Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 hingga pukul 19.00 WIB pada 28 Agustus 2026 mencatat 36 titik panas di Provinsi Papua Barat. 

Jumlah tersebut terdiri atas satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 31 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan empat titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, luas indikatif lahan terbakar di Papua Barat hingga 27 Agustus 2026 tercatat 2.496,39 hektare berdasarkan data SIPONGI Kementerian Kehutanan.

BNPB bersama BPBD dan seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla secara terpadu untuk mencegah api meluas serta melindungi masyarakat dan lingkungan.

Penguatan koordinasi dan dukungan sarana pemadaman dari berbagai unsur diharapkan meningkatkan efektivitas penanganan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla di wilayah Papua Barat lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: