Karhutla di Teluk Bintuni, BNPB Kerahkan Penguatan Pemadaman
BNPB juga memperkuat dukungan sarana pemadaman. Satu unit helikopter tipe Super Puma milik BP Berau Ltd. telah tiba di lokasi dan siap mendukung operasi.-Istimewa-
PAPUA, DISWAY.ID-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, melalui operasi pemadaman dari udara dan pemantauan titik panas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, dukungan dilakukan dengan mengerahkan satu unit helikopter water bombing AS350B3e PK-DBM.
BACA JUGA:30 Ucapan Selamat Datang September 2026 Bijak dan Penuh Harapan, Bisa Jadi Caption Medsos!
Hingga Jumat (28/8/2026), helikopter tersebut telah melaksanakan 69 kali penyiraman atau sekitar 69 ribu liter air di sekitar kawasan Tangguh LNG.
Berdasarkan asesmen sementara, karhutla di Teluk Bintuni terpantau sejak 22 Agustus 2026. Kebakaran terjadi di kawasan hutan dengan pepohonan tinggi dan tutupan vegetasi yang rapat, sehingga menjadi tantangan dalam pemadaman dari udara.
"Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemadaman dari udara, sebab air yang dijatuhkan tidak selalu dapat langsung mencapai permukaan tanah maupun material yang terbakar di bawah tutupan vegetasi. Namun setidaknya air yang disiram menggunakan metode ini dapat membasahi area dengan harapan dapat memutus jalur rambatan api," kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
BACA JUGA:Sinopsis Drama China Blossom through the Cloud, Asmara Cinta Pilot Cantik dan CEO Tampan!
Selain water bombing, pemantauan dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone) dengan kamera termal untuk mengidentifikasi titik panas dan bara yang masih tersisa.
Hasil pemantauan drone thermal milik BP Berau Ltd. pada Jumat (28/8/2026) menemukan 14 titik panas di sekitar Tangguh LNG yang tersebar dalam empat klaster.
Sebanyak empat titik berada di klaster 2, empat titik di klaster 3, dan enam titik di klaster 4. Sementara itu, klaster 1 tidak terpantau titik panas.
Pada hari yang sama, operasi water bombing dilakukan dalam dua sortie. Sortie pertama di klaster 3 sebanyak 26 kali penyiraman atau sekitar 26 ribu liter air pada area sekitar empat hektare.
BACA JUGA:13,2 Juta Penumpang Singgah di Bandara Ngurah Rai pada Januari-Juli 2026, Dominan Rute Internasional
Sortie kedua di klaster 1 sebanyak 28 kali penyiraman atau sekitar 28 ribu liter air pada area sekitar tiga hektare.
Dari hasil pemadaman, kedua lokasi tidak lagi ditemukan kobaran api, tetapi masih terdapat kepulan asap tipis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: